zonamerahnews.com – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menegaskan kesiapannya untuk mengawal langkah strategis Presiden Prabowo Subianto. Agum bertekad menyumbangkan pemikiran mendalam agar setiap kebijakan yang diambil Presiden menjadi lebih terarah dan berdampak optimal bagi bangsa.
Menurut Agum, peran Wantimpres sangat vital dalam memberikan pertimbangan komprehensif. Spektrum isu yang akan menjadi fokus masukan tidak terbatas pada satu sektor saja. Mulai dari dinamika politik, geliat ekonomi, kekayaan budaya, hingga sendi-sendi kehidupan masyarakat, bahkan ideologi dan olahraga, semua akan menjadi bahan kajian. Tujuannya jelas, agar setiap keputusan Presiden mampu menjawab tantangan berbangsa dan bernegara secara holistik.

"Ini adalah sebuah langkah yang sangat positif. Kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata agar Presiden memiliki pijakan yang kuat dan terukur dalam setiap kebijakannya," ujar Agum usai prosesi pelantikan Wantimpres di Istana Negara Jakarta. Ia menekankan pentingnya Wantimpres menjalankan fungsi ini dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan negeri.
Pelantikan anggota Wantimpres sendiri telah resmi dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober, di Istana Kepresidenan Jakarta. Prosesi penting ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 107/P/2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Total 24 tokoh nasional dilantik sebagai anggota Wantimpres. Struktur kepemimpinan diisi oleh Pratikno sebagai Ketua, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Deretan nama besar lainnya turut memperkuat Wantimpres, termasuk Shinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Chairul Tanjung, Said Aqil Siradj, Anwar Iskandar, Yahya Cholil Staquf, Yusuf Wanandi, Budi Gunawan, Bambang Soesatyo, Salim Segaf Aljufri, Soekarwo, Dato Sri Tahir, Rocky Gerung, Ida Bagus Purwalaksana, Philip Kuncoro Wijaya, Budi Tanuwibowo, Anwar Usman, Muhammad Hatta, Jusuf Hamka, Margarito Kamis, Zaki Manuputty, dan Ignasius Jonan.

