Tragis, Cinta Segitiga Berakhir di Liang Lahat

oleh -4 views
Massa berdatangan melempari rumah pelaku serta membongkar dinding

Zonamerahnews.com -Peristiwa berdarah terjadi di Wilayah Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan

Kasus pembunuhan tersebut terjadi di Dusun Batu Le’leng Barat, Desa Mallasoro, Rabu (24/7/2019), sekira pukul 04.30 Wita dini hari

Dua orang warga setempat tewas masing-masing bernama Mappaence berusia 73 tahun, pekerjaan Nelayan dan Bisa Dg Kulle berusia 71 tahun.

Kronologi kejadian sesuai informasi yang diperoleh dari Kasubbag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul

Awalnya pelaku Bisa Dg Kulle mendatangi rumah Korban Mappaence yang sedang membersihkan alat penangkap ikan.

Rumahnya berhadapan dengan rumah pelaku dengan membawa sebilah Parang yang terhunus dan langsung memarangi Korban beberapa kali.

“Setelah Korban jatuh dan tidak berdaya lagi pelaku meninggalkan korban dan kembali ke rumahnya lalu mengunci pintu rumahnya,” ungkap Syahrul kepada awak media. Rabu (24/07/2019)

Sekira pukul 06.00 Wita, keluarga korban berdatangan mengepung rumah pelaku dan hendak melakukan pembalasan

Namun pelaku bertahan di dalam rumah, sehingga massa pun semakin banyak datang.

Massa yang berdatangan melempari rumah pelaku serta membongkar dinding rumahnya

Nahas, korban Bisa dihakimi massa di atas jemuran rumput laut

Sehingga pelaku turun dari rumah lalu melarikan diri sambil membawa parang sehingga dikejar oleh massa lain yang telah menunggu di kolom rumah.

Saat pelaku turun dari rumah mengenakan baju warna kuning tiba-tiba tersungkur karena kakinya tersandung di atas rumput laut yang sementara dijemur.

Sesaat kemudian massa yang telah memegang kayu dan bambu panjang 6 meter langsung memukul pelaku bertubi-tubi yang mengakibatkan pelaku terjatuh.

“Saat itulah pelaku Bisa Dg Kulle dianiaya oleh beberapa orang massa dengan cara dipukul menggunakan bambu dan kayu balok sehingga pelaku tidak sadarkan diri,” kata AKP Syahrul, mengurai kronologi kejadian.

Bisa Dg Kulle mengalami luka di kepala dibagian bawah kanan, luka pada bibir dan hidung serta bengkak pada kepala dan di rujuk ke RSU Lanto Dg. Pasewang Jeneponto

“Namun sekitar pukul 09.20 Wita, Bisa Dg Kulle meninggal dunia di RS Lanto Dg Pasewang,” imbuh Syahrul.

Sementara itu korban Mappaence yang meninggal dunia di lokasi kejadian mengalami luka terbuka pada Leher Kanan, Luka terbuka pada Dada Kanan, luka terbuka pada pelipis kiri, luka terbuka pada lengan kanan, dan jari tangan kiri putus.

“Adapun motif pada kejadian itu, diduga pelaku Bisa Dg Kulle merasa dendam dengan Korban Mappaence karena merasa cemburu mencurigai korban Mappaence menjalin hubungan asmara dengan istri pelaku,” pungkas Syahrul.

 

 

 

(Syukri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.