Tindakan Camat Ujung Bentak Pedagang Viral, Ini Tanggapan Rudi Najamuddin

oleh -3.676 views
Ketua Tim Pengawas Covid-19 DPRD Parepare, Rudi Najamuddin (Foto : Pijar News)

Zonamerahnews.com – Operasi yustisi penegakan peraturan wali kota Parepare terkait surat edaran dan protokol kesehatan, menuai sorotan.

Diamana operasi yustisi yang dipimpin Camat Ujung, Ulfa Lanto, pada Sabtu (26/12/2020) malam kemarin memarahi salah satu pedagang di Pasar Senggol Parepare, setelah ditemukan masih beroperasi melewati pukul 20.00 Wita.

Salah seorang yang merekam kejadian tersebut, hingga videonya viral di media sosial, bahkan kini menjadi pro dan kontra disejumlah kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Tim Pengawas Covid-19 DPRD Parepare, Rudy Najamuddin.

“Saya paham ini, Ulfa (Camat Ujung) bertindak begini karena untuk melindungi masyarakat yang berada di Kecamatan Ujung. Kami juga di DPRD pernah marah di Pelabuhan, kenapa kami marah di Pelabuhan dengan Kepala Pelindo ? karena pada saat itu gencar-gencarnya Covid-19, bisa saja melalui Parepare,” kata Legislator dari Partai PPP tersebut kepada sejumlah awak media, Minggu (27/12/2020).

“Kita marah untuk melindungi masyarakat Parepare. Sama dengan Ibu Camat, Ibu Camat tentu punya alasannya satu, rakyatnya dia lindungi. Lebih baik kita mengorbankan sedikit masalah pekerjaan, demi keselamatan orang banyak,” tambahnya.

Kata dia, dirinya sampai saat ini masih mengikuti operasi yustisi yang dilakukan Pemkot Parepare melalui Tim Gugus Tugas Covid-19.

“Memang saya sudah mewanti-wanti Ibu Camat, kalau bisa kita rubah polanya dan masyarakat pasti mau didekati,” ujar Ketua Komisi III DPRD Parepare tersebut.

Dia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih sadar dan patuh sebagaimana yang telah ditentukan dalam surat edaran Wali Kota Parepare untuk keselamatan bersama.

“Jadi saya imbau kepada masyarakat, marilah kita sadar demi untuk kepentingan bersama. Contoh kasus, kalau saya sakit, saya berkeliaran, bisa saja saya tulari semua orang. Kan seperti itu, kita ini mau memutus mata rantai ini (Covid-19). Rejeki itu tidak akan kemana, kesehatan yang nomor satu,” pungkasnya.

(AU)