Skandal Suap Proyek SPAM, KPK Periksa Direktur PDAM

oleh -302 views
Gedung KPK

Zonamerahnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Operasional PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Donggala, Rizal.

Ia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk tersangka Direktur PT Wijaya Kesuma Emindo, Budi Suharto.

“Yang bersangkutan kami panggil sebagai saksi untuk tersangka BSU (Budi Suharto),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (21/1/2019).

Selain Rizal, lanjut Febri, pihaknya juga memanggil enam saksi lainnya.

Mereka di antaranya, Dita Aprijanti selaku PNS Kementerian PUPR, Soleh Site Manager PT Tashida Sejahtera Perkasa, Tempang Bandaso selaku mantan Kasatker SPAM

Kemudian Agus Ahyar selaku PSPAM, dan Danny Sutjiono selaku mantan Dirjen Cipta Karya Kementeran PUPR.

Adapun satu saksi lain yang diperiksa untuk tersangka Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, yaitu Columbanus Priaardanto selaku pihak swasta.

Terkait kasus ini, KPK menetapkan delapan tersangka yang terdiri dari pejabat Kementerian PUPR dan pihak swasta.

Peran mereka ialah, diduga sebagai pemberi Dirut PT WKE Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Sementara itu, diduga sebagai penerima ialah Kepala Satker SPAM Strategis/ PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Anggiat diduga merima Rp350 juta dan USD 5 ribu untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp 500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3 Jawa Timur.

Meina diduga menerima Rp1,42 miliar dan SGD 22.100 untuk SPAM Katulampa. Moch Nazar diduga menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulteng.

Dan terakhir, Donny diduga menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1.

Empat pejabat Kementerian PUPR ini diduga mengatur agar PT WKE dan PT TSP menang dalam lelang.

Tak hanya itu, dua perusahaan ini juga dimintai uang dalam proses lelang oleh mereka.

Saut menyebut jika pada tahun 2017-2018 kedua perusahaan tersebut diduga memenangkan 12 paket proyek dengan nilai total Rp429 miliar.

PT WKE dan PT TSP diduga memberi fee 10 persen dari nilai proyek. 7 persen untuk Kepala Satuan Kerja, dan 3 persen untuk Pejabat Pembuat Komitmen

 

(zm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.