Rawan Manipulasi, Bilik dan Kotak Suara Pemilu 2019 Berbahan dari Kardus

oleh -3 views
Perbandingan bilik dan kotak suara dari berbahan kardus dan alumunium

Zonamerahnews.com – Pada pemilu 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengganti kotak suara yang sebelumnya alumunium menjadi berbahan kardus.

Keputusan KPU dalam membuat kotak dan bilik suara tersebut ditolak berbagi kalangan lantaran dinilai rawan manipulasi dan tidak aman

Politikus Partai Demokrat, Andi Nurpati, mengaku tak setuju dengan ide KPU tersebut

“Saya tidak setuju kotak suara dari kardus. Kardus itu yang pertama tidak aman. Kalau bilik suaranya bolehlah. Tapi kalau kotak itu kan kotak suara yang dicoblos,” kata mantan anggota Komisioner KPU ini di Jakarta, Rabu (12/12/2018).

KPU harus bekerja secara transparan dan menjaga keamanan dengan tidak melakukan kebijakan yang riskan.

Pasalnya, terlalu banyak biaya negara yang akan dikorbankan kalau nantinya banyak kotak suara yang rusak dan jebol.

“Lebih baik kita mengeluarkan biaya daripada kita bekerja keras lagi nantinya. Apalagi sekarang musim hujan sampai April nanti,” tandasnya.

Sekedar diketahui, produksi perdana kotak dan bilik suara untuk Pemilu 2019. KPU menunjuk empat perusahaan pemenang lelang untuk mencetak kotak dan bilik suara.

Keempat perusahaan itu di antaranya, PT Karya Indah Multiguna (PT KIM) Bekasi-Jawa Barat, PT Cipta Multi Buana Perkasa (PT CMBP) Tangerang Banten.

Selanjutnya, PT Asada Mitra Packindo, Serang Banten dan PT Intan Ustrix, Gresik Jawa Timur.

PT KIM merupakan perusahaan pemenang tender terbesar dalam pengadaan kotak dan bilik suara Pemilu 2019.

PT KIM  mendapatkan kontrak untuk memproduksi surat suara sebanyak 55,18 persen dari total kontrak atau setara dengan Rp156,81 miliar.

Sedangkan untuk bilik suara mendapatkan 43,58 persen dari total nilai kontrak atau setara dengan Rp26,06 miliar.

Kendati begitu, kardus kotak suara tersebut ternyata mampu menahan beban hingga 100 kilogram.

Kotak Suara Berbahan Kardus

Ukuran dimensi kotak suara tersebut, panjang sekitar 40 cm, lebar 40 cm dan tingginya 60 cm. Sisi kiri dan kanan kotak tersebut pun terdapat tulisan KPU.

Untuk membuktikannya, Komisioner KPU Ilham Saputra, mencoba menaiki kotak suara, sekedar membuktikan kekuatan kotak yang didominasi warna putih tersebut.

Hasilnya, kotak itu tetap kokoh berdiri. “Beratnya 107 kilogram,” sebut Ilham saat ditanya berapa beratnya, ketika sedang duduk di atas kotak suara itu di PT Karya Indah Multiguna, Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini

Kapasitas kotak suara dengan material kertas karton jenis dupleks 250 gram tersebut bisa menampung hingga 16 kilogram.

Di sisi depan di pasang kaca mika, sehingga akan terlihat transparan. Juga, dilengkapi dengan keterangan nomor kotak, nomor TPS, nama PPS, Nama PPK, Kab/Kota, serta Provinsi.

“Mika transparan agar dapat terlihat bahwa surat suara benar-benar masuk ke dalamnya,” sebut Ilham.

Sementara, Direktur Produksi PT KIM Johan Purwanto, mengaku seluruh bahan untuk memproduksi kertas dan bilik suara menggunakan bahan daur ulang.

“Semua barang produksi dalam negeri dan menggunakan recycle paper 100%,” katanya.

Selain itu, kotak suara tersebut juga telah dirancang sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia. Sehingga, diberikan lapisan anti airnya. Hanya saja kotak itu tidak didesain terendam air.

Seluruh kotak dan bilik suara itu ditargetkan selesai dan didistribusikan pada 2018 ini

Komisioner KPU Ilham Saputra menambahkan bahwa pemenang tender itu telah dilakukan menggunakan e-katalog dan menggunakan proses setransparan mungkin.

“Jadi tidak ada main belakang, main apa tidak ada lagi, karena bukan zamannya seperti itu. (proses pengadaan itu) ini kami buka secara transparan mungkin,” kata Ilham di PT. Karya Indah Multiguna, Jl. Narogong Km. 12,5 Cikiwul, Bekasi

 

(Ai/r2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.