Polres Parepare ‘Kecolongan’, Polda Sulsel Periksa Sejumlah Pejabat Dinas PUPR

oleh
Mantan Kadis PUPR Parepare yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Parepare, Laetteng

Zonamerahnews.com – Tim Penyidik Polda Sulawesi Selatan memeriksa sejumlah pejabat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, Selasa, 14 September 2021

Informasi yang dihimpun, pemeriksaan dikabarkan dilakukan oleh Tim Penyidik dari Subdit IV Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel

Pemeriksaan tersebut diduga terkait dokumen lingkungan pekerjaan Megaproyek Reklamasi Pantai Mattirotasi dan Reklamasi Pantai Cempae di Kota Parepare.

Berdasarkan pemantauan sejumlah awak media di Kantor Dinas PUPR Parepare sekira pukul 14.45 Wita, suasana di Kantor Dinas PUPR tidak seperti biasanya, pintu depan dan pintu samping nampak tertutup.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Parepare, Samsuddin Taha membenarkan pemeriksaan di kantornya, hanya saja ia enggan berkomentar pemeriksaannya terkait apa dan siapa saja yang diperiksa.

Namun demikian, Samsuddin tidak menampik soal keberadaan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Parepare, Andi Ardian Asyraq, di Kantor Dinas PUPR saat Tim Penyidik dari Polda Sulsel tengah melakukan pemeriksaan. Termasuk keberadaan Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Parepare, Jenamar Aslan.

“Iya tadi saat saya duduk di depan (loby kantor), waktu kerja RKA saya sempat lihat beliau (Andi Ardian) masuk, tapi saya tidak tahu ke mana. Dari DLH ada Jen (Jenamar Aslan),” singkat Samsuddin.

Sementara mantan Kadis PUPR Parepare yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Parepare, Laetteng, juga irit berbicara terkait materi pemeriksaannya.

“Tanya meki kadis PU, itu kan kegiatannya tadi kadis PU itu. Kegiatannya Mattirotasi, ya itu ji. Terkait dengan waktu saya menjabat di sini (Kadis PUPR). Itu tadi terkait itu, dokumennya kan sudah selesai semua. Tanya kadis PU,” ucap Laetteng usai menjalani pemeriksaan Tim Penyidik Polda Sulsel sambil berjalan meninggalkan Kantor Dinas PUPR.

Laetteng merupakan Mantan Kadis PUPR Parepare dan masih menjabat pada 2020 lalu. Dokumen lingkungan Mega proyek reklamasi pantai Mattirotasi dan reklamasi Pantai Cempae disusun saat Laetteng masih menjabat sebagai Kadis PUPR Parepare.

Pantauan di Kantor Dinas PUPR, Tim Penyidik dari Polda Sulsel terlihat saat meninggalkan Kantor Dinas PUPR Parepare

Pemeriksaan berlangsung sejak siang hari hingga pukul 18.22 Wita penyidik terlihat meninggalkan kantor Dinas PUPR dan bergegas naik ke mobil Toyota Kijang Innova berwarna Silver dengan nomor polisi DD 1567 IU, tanpa ada komentar sedikit pun mengenai agenda kedatangannya di Kantor PUPR Parepare.

Diduga, pejabat Pemkot Parepare yang diperiksa Tim Penyidik Polda Sulsel di Kantor Dinas PUPR diantaranya mantan Kadis PUPR Parepare yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perkimtan Parepare, Laetteng, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Parepare, Suhandi yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pembangunan Masjid BJ Habibie

Dan selanjutnya, proyek Pembangunan Anjungan Cempae yang menimbun pantai Mattirotasi dan Pantai Cempae, dan Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Parepare, Jenamar Aslan.

Ketua Umum DPD Indonesian Care (InCare), Andi Ilham Abidin mengatakan, keberadaan Tim Penyidik Polda Sulsel di Kantor Dinas PUPR Parepare seharian, tentu menimbulkan beberapa pertanyaan menarik khususnya para aktivis serta awak media yang ada di kota berjuluk Kota Cinta dan Kota Santri ini.

“Hari ini, Selasa 14 September 2021, kita dihebohkan dengan berkantornya beberapa penyidik Polda Sulsel di Kantor Dinas PUPR Parepare seharian”

“Jika melihat aktivitas penyidik Polda Sulsel yang berada seharian di kantor PUPR Parepare menandakan ada kasus yang besar dan menggurita yang mungkin saja sementara diungkap melalui pulbaket serta data lainnya.”

“Biasanya hal seperti ini terjadi terkait adanya dugaan kasus KKN atau korupsi yang disinyalir melibatkan pejabat pada Dinas PUPR Kota Parepare dan juga mungkin saja melibatkan para Rekanan pelaksana serta Konsultan Pengawas yang ada,” urainya.

“Jika memang terbukti bahwa kehadiran Aparat Kepolisian Polda Sulsel hari ini di Kantor PUPR guna melakukan pulbaket dalam upaya melengkapi data serta alat bukti maka boleh dikatakan bahwa aparat yang ada di kota ini (Parepare) kecolongan”

“Sebab mengapa justru pihak penyidik Polda Sulsel yang masuk bukan justru ditindak dan dilidik dan selanjutnya disidik oleh APH di kota ini. Atau mungkin saja ini merupakan pengembangan sebuah kasus besar yang memang sementara ditangani oleh penyidik Polda Sulsel,” tambah dia.

(Ardi)