Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger
    • Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer
    • Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya
    • Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara
    • PMI Gerak Cepat Jutaan Masker Meluncur ke Lokasi Bencana
    • Polri Bekukan Kasus Agraria Ada Apa Ini
    • Kapan Normal Bandara Husein Masih Tutup Total
    • Anak Krakatau Menggila Jakarta Lumpuh
    Selasa, 8 September 2026
    zonamerahnewszonamerahnews
    • Homepage
    • Nasional
    zonamerahnewszonamerahnews
    Home - Nasional -
    Nasional

    21-04-2026 - 18.052 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email

    Skandal Chat Mesum Guncang UI: Tim Ahli Bergerak Cepat!

    zonamerahnews – Universitas Indonesia (UI) merespons cepat dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum (FH) melalui grup percakapan daring. Untuk menginvestigasi secara menyeluruh, UI telah membentuk tim ahli khusus di bawah Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK).

    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Pembentukan tim ini ditetapkan melalui Keputusan Rektor Nomor 360/SK/R/UI/2026, menindaklanjuti laporan dengan Nomor Aduan 73-FH-VI-2026. Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh proses investigasi berjalan komprehensif, objektif, dan berkeadilan. "Pembentukan tim ahli merupakan langkah krusial untuk mendukung pendalaman laporan oleh Satgas PPK, sekaligus menjamin objektivitas dalam proses pemeriksaan," jelas Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, dalam keterangannya pada Selasa (21/4), seperti dikutip zonamerahnews.com.

    Tim ahli ini dibekali dengan keahlian fungsional yang beragam, meliputi asesmen dan pendampingan bagi korban, penggalian fakta dan pembuktian, analisis hukum, serta pendekatan sosial dan kebijakan. Pembagian spesialisasi ini bertujuan menjamin investigasi yang menyeluruh, independen, dan akuntabel.

    Erwin menerangkan, penanganan kasus ini terbagi menjadi lima tahapan. Diawali dengan penerimaan laporan, dilanjutkan pemeriksaan korban, pengumpulan dan pendalaman bukti, serta pemeriksaan terhadap terlapor, korban, dan saksi. Tahapan ini juga disertai asesmen tambahan seperti evaluasi psikologis guna memperkuat pembuktian. Seluruh temuan tersebut kemudian akan dibahas dalam rapat internal tim pemeriksa untuk merumuskan rekomendasi, yang pada akhirnya akan disampaikan kepada pimpinan universitas sebagai dasar pengambilan keputusan.

    Pelibatan tenaga ahli ini merupakan wujud komitmen universitas dalam menjaga kualitas dan integritas proses pemeriksaan. "Saat ini, proses penanganan kasus telah berada pada tahap pemeriksaan. UI memastikan setiap tahapan dilaksanakan dengan cermat, dengan berpegang teguh pada prinsip independensi dan akuntabilitas," tegasnya.

    UI menegaskan bahwa setiap tahapan penanganan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 55 Tahun 2024 serta Peraturan Rektor UI Nomor 37 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Universitas Indonesia.

    Kasus dugaan pelecehan ini berawal dari viralnya tangkapan layar grup chat yang mengandung percakapan tidak pantas, diduga melibatkan mahasiswa FHUI. Dalam percakapan tersebut, mereka diduga merendahkan mahasiswi lain. Sebelumnya, akun Instagram resmi Fakultas Hukum UI (@fakultashukumui) telah mengonfirmasi penerimaan laporan mengenai grup chat tersebut dan menyatakan kecaman keras terhadap tindakan tersebut.

    Selama proses penanganan, masyarakat diimbau untuk menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta menghindari spekulasi yang dapat mengganggu jalannya investigasi. Komitmen terhadap objektivitas, kerahasiaan, dan akuntabilitas akan terus dijaga dalam setiap tahapan penanganan kasus ini.

    Follow on Google News
    Share. Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Romdhoni
    Romdhoni

    jurnalis senior di Zona Merah News yang berfokus pada liputan Hukum dan Keamanan Nasional. Ia menyajikan berita aktual seputar proses praperadilan, kinerja aparat penegak hukum (Polisi dan TNI), serta konflik keamanan di daerah-daerah sensitif seperti Papua.

    Related Posts

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05

    PMI Gerak Cepat Jutaan Masker Meluncur ke Lokasi Bencana

    07-09-2026 - 18.05

    Polri Bekukan Kasus Agraria Ada Apa Ini

    07-09-2026 - 16.05
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    Nasional 08-09-2026 - 08.05

    zonamerahnews.com – Meski letusan dahsyat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mereda setelah 25…

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05
    Our Picks

    Krakatau Mengamuk Dampak Ash Bikin Geger

    08-09-2026 - 08.05

    Serangan Air Keras Dibalas Impunitas Militer

    08-09-2026 - 06.05

    Jangan Kaget Ini Kunci Pemulihan Bencana Sebenarnya

    08-09-2026 - 03.05

    Infografis Krisis Makam Jakarta Sabet Juara

    07-09-2026 - 22.05
    zonamerahnews
    • Home
    • Disklaimer
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    © 2026 ZONAMERAHNEWS

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.