Geger Bayi Nyaris Hilang di RSHS! Kemenkes Ungkap Fakta Mengejutkan
zonamerahnews – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya buka suara terkait insiden mengejutkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, di mana seorang ibu nyaris kehilangan bayinya yang sempat digendong oleh orang tak dikenal. Pihak RSHS dilaporkan telah mendatangi Nina Saleha (37), ibu sang bayi, untuk menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kemenkes, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa inisiatif kunjungan RSHS ke kediaman keluarga pasien telah terlaksana dan diterima dengan baik. "Dalam pertemuan tersebut, tim rumah sakit tidak hanya menyampaikan ucapan selamat atas kelahiran dan kesehatan anak Ibu Nina, tetapi juga secara tulus memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami selama proses pelayanan di RSHS," ujar Azhar, saat dikonfirmasi oleh zonamerahnews.com pada Kamis (9/4) malam.
Lebih lanjut, Azhar menegaskan bahwa insiden yang menimpa Nina Saleha ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi RSHS. Pihak rumah sakit berkomitmen untuk meninjau ulang dan meningkatkan standar pelayanan kesehatan demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Konten yang viral di media sosial terkait kasus ini juga akan menjadi masukan berharga dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan.
Peristiwa menegangkan ini bermula dari pengakuan Nina Saleha (37), seorang ibu asal Cimahi yang berdomisili di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Ia menceritakan momen ketika ia nyaris kehilangan buah hatinya di ruang perawatan RSHS Kota Bandung pada Rabu (8/4). Bayinya, yang seharusnya sudah bisa dibawa pulang, justru ditemukan dalam gendongan orang yang tidak dikenalnya.
Nina, yang merupakan pasien rujukan, melahirkan bayinya pada 1 April di Rumah Sakit Unpad. Sang bayi kemudian dirujuk ke RSHS pada Minggu, 5 April. Puncak ketegangan terjadi pada pagi hari 8 April, ketika Nina menerima kabar bahwa bayinya sudah diizinkan pulang. Setelah sempat pergi makan bersama suaminya, ia kembali ke ruang perawatan dengan perasaan gembira bercampur antisipasi.
Namun, kegembiraan itu seketika berubah menjadi kepanikan. Sesampainya di ruang tunggu, Nina terkejut bukan kepalang melihat bayinya sedang digendong oleh seorang wanita yang jelas bukan perawat rumah sakit. Dengan emosi meluap dan perasaan histeris, Nina segera merebut kembali bayinya. "Saya langsung tanya, ‘kenapa gendong bayi saya?’ Ibu itu terlihat kebingungan," tutur Nina. Ia mengenali buah hatinya dari selimut dan pakaian khusus yang telah ia siapkan.
Yang membuat Nina semakin kecewa adalah respons dari petugas rumah sakit yang dianggapnya kurang memuaskan. "Mereka bilang saya sudah dipanggil, tapi tidak datang-datang. Tapi saya balik tanya, bagaimana bisa bayi saya sampai digendong orang lain? Jawabannya hanya ‘yah, begitu saja’," ungkap Nina, menunjukkan kekesalannya terhadap penjelasan yang terkesan mengabaikan kelalaian fatal tersebut.
Insiden ini, yang sempat memicu kekhawatiran publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, kini menjadi fokus utama RSHS untuk perbaikan internal. Kemenkes berharap evaluasi menyeluruh dapat menghasilkan prosedur yang lebih ketat demi menjamin keamanan dan kenyamanan pasien di fasilitas kesehatan.

