Pangan Murah & Bakti Kesehatan Polri: Warga Senang, Stok Beras Rekor!
zonamerahnews – Menjelang perayaan Idulfitri, Polda Metro Jaya kembali mengukuhkan komitmen humanisnya melalui program ganda: Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Bakti Kesehatan yang diselenggarakan serentak di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (13/3). Inisiatif ini dirancang khusus untuk meringankan beban masyarakat menengah ke bawah, dengan menyasar sekitar 3.000 penerima manfaat, termasuk pengemudi ojek daring, buruh, warga sekitar, hingga anggota organisasi masyarakat seperti Banser dan Kokam.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri ingin hadir secara utuh di tengah masyarakat, bukan sekadar penegak hukum. "Kami ingin menunjukkan bahwa Polri peduli terhadap kebutuhan dasar warga, baik pangan maupun kesehatan," ujarnya saat berinteraksi langsung dengan warga di lokasi. Melalui sinergi erat dengan Bulog, masyarakat berkesempatan membawa pulang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang jauh lebih terjangkau dari pasaran, sebuah bantuan krusial di bulan Ramadan.
Selain menyediakan kebutuhan pangan, kegiatan bakti kesehatan juga menjadi fokus utama. Berbagai layanan medis disiapkan untuk melayani masyarakat, memastikan aspek kesehatan warga juga terpenuhi secara optimal.
Direktur Utama Bulog, Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, tak sungkan melayangkan pujian atas keterlibatan Polri yang dinilai luar biasa dalam menjangkau lapisan masyarakat terbawah. Menurutnya, program yang telah berjalan dua tahun berturut-turut ini lebih dari sekadar aktivitas jual-beli komoditas. "Ini adalah bentuk stimulus sosial yang memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi warga yang kerap terdampak fluktuasi harga pangan," jelas Rizal.
Rekor Tertinggi Stok Beras Nasional, Warga Tak Perlu Khawatir
Di tengah hiruk pikuk kegiatan, sebuah pengumuman penting datang dari Bulog yang mencetak sejarah baru di sektor ketahanan pangan Indonesia. Dirut Bulog mengungkapkan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai 3,9 juta ton—posisi tertinggi yang pernah tercatat di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Angka ini bahkan diprediksi akan terus melonjak, melampaui 4,3 juta ton pada akhir bulan ini.
Data menggembirakan ini menjadi dasar bagi Wakapolri untuk menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan pangan. "Kami berkoordinasi dan bersinergi dengan Bulog untuk mendistribusikan kepada masyarakat. Kami menjamin ketersediaan pangan cukup, dan stabilitas harga menjadi bagian terpenting agar terjangkau oleh semua," ucap Wakapolri.
Polri, dengan mengerahkan jaringan luasnya di seluruh pelosok negeri, berkomitmen penuh membantu Bulog mendistribusikan kuota 80.000 ton beras serta puluhan ribu kiloliter minyak goreng setiap bulan. Dukungan ini krusial untuk memastikan stimulus harga dari pemerintah benar-benar sampai ke konsumen tingkat akhir tanpa adanya distorsi pasar.
Dirut Bulog menambahkan, target serapan beras yang ambisius untuk tahun mendatang sebesar 4 juta ton akan membuat stok akhir tahun mencapai di atas 5 juta ton. Kondisi surplus ini merupakan bagian integral dari program besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan. Selain beras, pasokan minyak goreng sebesar 43 ribu kiloliter per bulan dan stok gula yang melimpah juga telah disiapkan secara matang untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri, menjamin stabilitas dan kenyamanan.

