Satgas PRR Tancap Gas! Jembatan Perintis Pulihkan Konektivitas Sumatera!
zonamerahnews – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menunjukkan komitmen serius dalam memulihkan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Mereka tengah menggenjot pembangunan sejumlah jembatan perintis di tiga provinsi yang terdampak bencana, berupaya keras mengembalikan konektivitas vital bagi masyarakat. Proyek ambisius ini dilaksanakan melalui sinergi erat dengan jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Data terbaru per 3 Maret 2026, yang dihimpun oleh zonamerahnews.com, memperlihatkan progres fisik di lapangan yang cukup menjanjikan.

Di Provinsi Aceh, geliat pembangunan jembatan perintis tampak paling signifikan. Jembatan di Blang Teurekan kini telah mencapai angka 95 persen, menjadikannya proyek dengan kemajuan tertinggi di wilayah tersebut. Sementara itu, jembatan di Sekrak Kiri menunjukkan progres 41,90 persen, Burni Bius 51,5 persen, dan Brawang Gajah 57,01 persen. Lokasi lain seperti Owaq (50,5 persen), Meunasah Bireuen (59,9 persen), dan Kali Alas (57,6 persen) juga terus menunjukkan tren positif. Patut dicatat, Satgas PRR sebelumnya telah berhasil merampungkan delapan jembatan perintis di berbagai penjuru Aceh, yang kini telah aktif dimanfaatkan oleh warga.
Pergeseran ke Sumatera Utara, upaya pemulihan infrastruktur juga tak kalah masif. Jembatan perintis di Desa Hipnis, Tapanuli Selatan, telah mencapai progres 49 persen, sementara di Sungai Aek Naingan, Mandailing Natal, angkanya menyentuh 49,2 persen. Di Kepulauan Nias, kemajuan terlihat jelas dengan 62,5 persen di Nias Barat dan 63,5 persen di Nias Utara. Jembatan di Sungai Sibulian, Tapanuli Tengah, bahkan sudah mencapai 66 persen. Dua jembatan lain di Sungai Aek Sirahar, Tapanuli Tengah, masing-masing mencatatkan progres 57 persen dan 58 persen. Sama halnya dengan Aceh, Satgas PRR sebelumnya telah menyelesaikan lima pembangunan jembatan perintis di Sumatera Utara.
Namun, di Provinsi Sumatera Barat, tantangan tampaknya lebih besar. Progres dua jembatan perintis di Sungai Batang Mangoi masing-masing mencapai 51 persen dan 47 persen. Pembangunan di Sungai Alahan Panjang masih berada di angka 31,85 persen. Lokasi lain seperti Sungai Batang Sinama (43 persen), Sungai Batang Bangko Gadang (44,5 persen), Sungai Batang Siat (37,93 persen), Sungai Batang Guwo (39,85 persen), dan Sungai Jorong Sini (36,81 persen) juga masih dalam tahap pengerjaan. Hingga laporan ini dibuat, Satgas PRR mengakui memang belum ada jembatan perintis yang tuntas sepenuhnya di wilayah Sumatera Barat.
Menanggapi percepatan ini, Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, dalam kunjungan sebelumnya ke daerah terdampak di Sumatera, menegaskan urgensi pembangunan infrastruktur penghubung yang rusak akibat bencana. Menurutnya, ini adalah langkah krusial untuk melancarkan mobilitas warga dan memastikan rantai distribusi logistik kembali berjalan normal. Tito juga mengungkapkan telah berkoordinasi intensif dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, guna menangani jembatan-jembatan yang hancur akibat banjir dan tanah longsor. "Menteri PU sudah saya hubungi dan juga jajaran petugas PU. Beliau sudah menyampaikan komitmennya kepada saya," ujar Tito saat berada di Pidie Jaya pada Sabtu (21/2), menegaskan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap pemulihan ini.

