Terungkap! Motif Sadis Pembunuhan Siswa SMP Bandung: Putus Pertemanan!
zonamerahnews – JAKARTA – Dunia pendidikan di Bandung dikejutkan oleh kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang siswa SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ (14). Jasadnya ditemukan tak bernyawa di kawasan eks Kampung Gajah, Bandung Barat, memicu duka mendalam. Namun, tak butuh waktu lama bagi aparat kepolisian dari Polres Cimahi untuk meringkus dua terduga pelaku, YA (16) dan AP (17), yang ironisnya masih berstatus pelajar. Motif awal di balik tindakan keji ini sungguh mengejutkan: dendam kesumat akibat putusnya tali persahabatan.

Kepala Polres Cimahi, Ajun Komisaris Besar Polisi Niko N. Adi Putra, dalam keterangannya di Cimahi, mengungkapkan bahwa YA, seorang pelajar SMK asal Garut, mengaku sakit hati dan dendam terhadap korban. "Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena korban memutus hubungan pertemanan mereka," jelas AKBP Niko. Persahabatan yang telah terjalin selama kurang lebih tiga tahun itu, menurut pengakuan pelaku, tiba-tiba dihentikan oleh ZAAQ, memicu kemarahan dan niat buruk YA.
AKBP Niko menambahkan, niat jahat YA sudah muncul sebelum ia bertolak ke Bandung. YA sengaja menyusul korban ke kota kembang tersebut dengan tujuan yang mengerikan: menghabisi nyawa ZAAQ. Dalam melancarkan aksinya, YA diantar oleh AP (17), yang kini juga telah diamankan pihak berwajib. "Pelaku berangkat ke Bandung untuk menemui korban. Dari pengakuannya, memang sudah ada niat melakukan pembunuhan," tegas Kapolres, menyoroti adanya unsur perencanaan dalam kejahatan ini.
Sebelum insiden tragis ini, hubungan antara korban dan pelaku terbilang sangat dekat, bahkan digambarkan seperti kakak dan adik. Kedekatan mereka pun diketahui oleh keluarga korban, mengingat keduanya sempat bersekolah di Garut sebelum ZAAQ pindah ke Bandung. Meskipun terpisah jarak, komunikasi di antara mereka tetap terjalin. Namun, keputusan ZAAQ untuk mengakhiri pertemanan diduga menjadi pemicu utama yang mendorong YA melakukan tindakan kekerasan fatal ini.
Penangkapan kedua pelaku berlangsung cepat dan sigap. Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil mengamankan YA dan AP di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu malam. Informasi yang dihimpun zonamerahnews.com menyebutkan bahwa kedua pelaku sempat berusaha melarikan diri ke Tasikmalaya sebelum akhirnya kembali ke Garut. "Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan dan ditangkap di Garut," kata AKBP Niko. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami seluruh aspek dan detail pembunuhan.
Tragedi pembunuhan ini diperkirakan terjadi pada Senin sore, 9 Februari, saat para pelaku sengaja mendatangi korban di Bandung. Jasad ZAAQ baru ditemukan beberapa hari kemudian, tepatnya pada Jumat malam, oleh seorang saksi yang kebetulan sedang melakukan siaran langsung di media sosial. "Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam," jelas AKBP Niko, menggambarkan rentang waktu antara kejadian dan penemuan jasad.
Sebelumnya, ZAAQ sempat dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026, dan sempat beredar kabar bahwa ia menjadi korban penculikan. Namun, hasil penyelidikan zonamerahnews.com mengungkap bahwa informasi tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat oleh pelaku. Ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi palsu mengenai penculikan. "Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku," pungkas AKBP Niko.
Kasus ini menjadi pengingat pahit tentang dampak emosi yang tidak terkendali di kalangan remaja. Pihak kepolisian terus mendalami motif dan detail lainnya untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya, serta mengungkap seluruh fakta di balik tragedi yang merenggut nyawa seorang pelajar ini.

