Prabowo Siap Tonton Kritik MBG Tiap Malam, Ada Apa?
zonamerahnews – Presiden terpilih Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan instruksi yang cukup menyita perhatian publik. Ia meminta Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari, untuk menghimpun seluruh rekaman video yang berisi kritik pedas, bahkan hingga tudingan menghina, terhadap program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan unik ini disampaikan Prabowo dalam sebuah acara peresmian SPPG milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat pekan lalu.

Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG tak luput dari sorotan dan keraguan. Banyak pihak, terutama dari kalangan intelektual dan akademisi bergelar profesor, meramalkan kegagalan program ini, bahkan menudingnya sebagai pemborosan anggaran negara. "Bagi mereka yang waktu kita baru mulai satu bulan kita sudah dihina, sudah diramalkan pasti gagal, Pak Qodari tolong dikumpulin video klip yang ramal kita pasti gagal yang katakan saya hina bangsa Indonesia," tegas Prabowo, seperti dikutip dari zonamerahnews.com.
Menteri Pertahanan itu dengan tegas membantah tudingan tersebut, menekankan bahwa inisiatif MBG semata-mata bertujuan untuk menjamin masa depan anak-anak Indonesia. Ia mengaku bingung dengan label "menghina anak-anak" yang disematkan kepadanya hanya karena berupaya menyediakan asupan gizi gratis. "Ini harus ada rekam digital, direkam semua Insya Allah kita mencapai 80 sekian juta (penerima manfaat) biar saya tiap malam bisa liat-liat enggak apa-apa, aduh apa iya, ya, saya hina bangsa Indonesia," ujarnya, menunjukkan keinginannya untuk merenungkan setiap kritik yang dilayangkan.
Lebih lanjut, Prabowo memaparkan progres signifikan dari program MBG. Hingga Jumat pekan lalu, program ini telah berhasil menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, meliputi anak-anak hingga ibu hamil. Angka tersebut, menurutnya, adalah sebuah prestasi monumental bagi Indonesia. Untuk memberikan gambaran skala yang lebih jelas, ia membandingkan capaian ini dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan setiap hari, atau setara dengan sepuluh kali populasi Singapura, dan dua kali populasi Malaysia, setiap harinya. "Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan, tiap hari, atau sama dengan sepuluh kali Singapura, tiap hari atau dua kali Malaysia, tiap hari," pungkas Prabowo, menegaskan dampak masif dari inisiatif ini.
