Mengejutkan! Prabowo Minta Video Kritikan MBG Dikumpulkan!
zonamerahnews – Sebuah instruksi menarik datang dari Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 13 Februari 2026. Kepala Negara memerintahkan Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, untuk secara khusus mengumpulkan berbagai rekaman video yang berisi kritik, bahkan ramalan kegagalan, terhadap program unggulan pemerintahannya, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Instruksi tersebut, yang disampaikan langsung oleh Presiden, mengindikasikan adanya keinginan kuat dari pihak Istana untuk mendokumentasikan setiap narasi negatif yang pernah muncul terkait program yang menjadi salah satu janji kampanye utamanya. Video-video yang dimaksud meliputi berbagai konten yang mengkritik, meragukan efektivitas, hingga secara gamblang meramalkan bahwa program MBG tidak akan berhasil.
Langkah ini sontak memicu beragam interpretasi. Sejumlah pengamat menduga, instruksi ini merupakan bagian dari strategi komunikasi politik Presiden Prabowo untuk menunjukkan komitmen dan keyakinannya terhadap keberhasilan MBG. Dengan mengumpulkan ‘bukti’ kritik dan keraguan di masa lalu, Istana bisa jadi bersiap untuk menyoroti pencapaian program di masa depan, sekaligus membungkam narasi negatif yang pernah ada. Ini juga bisa diartikan sebagai upaya sistematis untuk memantau diskursus publik seputar kebijakan strategis pemerintah.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas yang digagas Presiden Prabowo, dengan tujuan utama mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini. Implementasinya diharapkan dapat menjangkau jutaan anak di seluruh pelosok negeri, sehingga menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintahan saat ini.
Hingga berita ini diturunkan oleh zonamerahnews.com, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai tujuan spesifik pengumpulan video-video tersebut atau bagaimana data ini akan diolah dan digunakan oleh Kantor Staf Kepresidenan. Namun, perintah ini jelas menandai babak baru dalam dinamika komunikasi politik di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
