Drama Pelarian Riza Chalid: Terdeteksi di ASEAN, Nasibnya di Ujung Tanduk!
zonamerahnews – Drama pelarian Mohammad Riza Chalid, buronan kakap dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, tampaknya akan segera berakhir. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru-baru ini mengonfirmasi bahwa jejak Riza Chalid telah terdeteksi di salah satu negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan kepada zonamerahnews.com bahwa informasi dari penyidik mengindikasikan keberadaan Riza Chalid di salah satu negara di kawasan ASEAN. "Informasi dari penyidik memang ada di salah satu negara. Ya, negara wilayah ASEAN," jelas Anang, mengonfirmasi perkembangan signifikan ini.
Terdeteksinya bos minyak tersebut bukan tanpa alasan. Hal ini menyusul langkah serius yang diambil Interpol dengan menerbitkan surat Red Notice untuk Riza Chalid pada akhir Januari lalu, sebuah sinyal kuat bahwa perburuan internasional telah dimulai. Meski demikian, Anang enggan merinci negara mana yang menjadi tempat pelarian Riza Chalid saat ini.
Saat ini, tim gabungan dari Kejaksaan Agung dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah berkoordinasi erat untuk melakukan pengejaran intensif. Selain itu, penyidik juga sedang mempersiapkan segala prosedur yang diperlukan untuk upaya ekstradisi, guna memulangkan Riza Chalid ke Tanah Air.
Anang menjelaskan bahwa opsi ekstradisi menjadi prioritas, namun jika negara tempat pelarian Riza Chalid tidak memberikan bantuan penuh dalam proses penangkapan, maka langkah deportasi akan menjadi alternatif kedua. "Salah satunya apabila nanti itu dideportasi, kan kita siap juga timnya, tentu harus kehadiran penyidik. Karena kita sendiri sudah mencabut paspornya," jelas Anang. Pencabutan paspor ini secara otomatis menjadikan Riza Chalid tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah, sehingga mempermudah proses pemulangannya.

