Detik-detik Mencekam Pratu Farkhan Tewas Diduga Dihajar Senior di Papua!
zonamerahnews – Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung, asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dilaporkan meninggal dunia secara tragis. Ia diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh seniornya sesama anggota TNI saat menjalankan tugas di Papua, tepatnya menjelang malam pergantian tahun baru pada 31 Desember 2025.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengonfirmasi bahwa oknum senior yang diduga terlibat dalam insiden memilukan ini telah diamankan. "Dugaan keterlibatan oknum prajurit senior telah ditindaklanjuti dengan mengamankan yang bersangkutan dan melakukan proses investigasi secara menyeluruh oleh unsur komando terkait," ujar Donny, seperti dikutip dari zonamerahnews.com pada Senin (5/1). Ia menambahkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk memastikan fakta secara objektif dan transparan.
TNI AD menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di luar aturan, apalagi yang sampai merenggut nyawa prajurit. Brigjen Donny menjamin bahwa setiap oknum yang terbukti bersalah akan dikenai sanksi tegas sesuai hukum dan disiplin militer yang berlaku. "Pimpinan TNI AD berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, adil, dan bertanggung jawab, demi menjaga keadilan bagi almarhum, keluarganya, serta kehormatan institusi TNI Angkatan Darat," tegasnya, sembari menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Pratu Farkhan di tengah tugas kedinasan.
Dari sisi keluarga, ayah Pratu Farkhan, Zakaria Marpaung, mengungkapkan kecurigaan kuat adanya penganiayaan yang berujung pada kematian putranya. Menurut informasi yang diterima dari sepupu korban, Farkhan awalnya mengeluh sakit dan sedang menghangatkan diri di dekat perapian. Tak lama kemudian, seorang senior berpangkat Sersan datang memijatnya. Namun, situasi berubah mencekam ketika seorang prajurit berpangkat Kopral memanggil Farkhan ke samping.
"Setelah di samping informasinya itu ditanya, lalu disuruh tunduk, lalu dipukul pakai ranting punggungnya," cerita Zakaria, seperti dilansir zonamerahnews.com. Tidak hanya itu, Kopral tersebut juga diduga menendang Farkhan hingga ia tersungkur, menyebabkan kondisi Pratu Farkhan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia. Pihak keluarga berharap agar kasus ini diusut tuntas dan keadilan dapat ditegakkan bagi almarhum Pratu Farkhan.

