Mencekam! Rumah DJ Donny Diteror Bangkai Ayam dan Bom Molotov!
zonamerahnews – Polda Metro Jaya telah menyatakan komitmennya untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan teror yang menimpa kediaman Ramond Dony Adam, yang dikenal luas sebagai DJ Donny. Insiden mengerikan ini melibatkan pelemparan bangkai ayam dan serangan bom molotov, menciptakan suasana mencekam bagi sang DJ dan keluarganya. Laporan resmi telah diterima pihak kepolisian pada Rabu (31/12) dan tercatat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya, seperti dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada zonamerahnews.com pada Kamis (1/1).

Kombes Budi Hermanto menambahkan, proses penyelidikan akan segera dimulai. Pihak penyidik berencana untuk memanggil dan memeriksa sejumlah saksi yang mungkin memiliki informasi terkait serangkaian teror pelemparan bangkai ayam dan bom molotov ini. "Penyelidikan mendalam akan segera kami lakukan, termasuk meminta keterangan dari para saksi," jelas Budi.
Sebelumnya, DJ Donny sendiri yang melaporkan rentetan aksi teror mengerikan ini ke Polda Metro Jaya. Ia menceritakan bahwa teror pertama dimulai pada Senin (29/12), ketika istrinya menemukan bangkai ayam yang dilemparkan ke rumah mereka. Yang lebih mengkhawatirkan, bangkai ayam tersebut disertai dengan pesan tertulis bernada ancaman.
"Isi pesan itu sangat mengancam. Ada bangkai ayam dengan kepala terpotong, disertai tulisan yang memperingatkan saya untuk ‘menjaga ucapan di media sosial’. Bahkan, ada foto saya dengan gambar leher seperti disayat," ungkap DJ Donny kepada awak media pada Rabu (31/12), menggambarkan betapa seriusnya ancaman tersebut.
Tak berhenti di situ, teror berlanjut dengan serangan yang lebih ekstrem. Pada Rabu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, dua orang tak dikenal melemparkan bom molotov ke arah rumahnya. Insiden ini terjadi hanya berselang dua hari setelah penemuan bangkai ayam.
Donny sengaja tidak membersihkan sisa-sisa pecahan kaca maupun bekas bom molotov yang berserakan di lokasi. Hal ini dilakukan agar tim penyidik dapat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara maksimal dan menemukan bukti-bukti penting. "Saya memutuskan untuk melapor hari ini karena ini sudah bukan sekadar ancaman pribadi, melainkan sudah membahayakan keselamatan keluarga dan orang-orang di sekitar saya," tegasnya, menunjukkan kekhawatiran mendalam.

