Menteri Bambang minta Sulteng bangun infrastruktur

oleh -4 views
Menteri Bambang minta Sulteng bangun infrastruktur

“Dengan membangun infrastruktur, bisa menurunkan biaya logistik, yang menyebabkan kemungkinan terjadinya garis kemiskinan masih tinggi”
PALU, MIT – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan para Bupati/Walikota untuk memacu pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

“Dengan membangun infrastruktur, bisa menurunkan biaya logistik, yang menyebabkan kemungkinan terjadinya garis kemiskinan masih tinggi,” kata Menteri Bambang usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2018 di Kota Palu, Kamis.Dikutip dari Antaranews.com

Jika hambatan logistik di Sulteng dapat diatasi, kata Bambang, akan mempengaruhi harga-harga yang tinggi di daerah tersebut. Kesimpulan tersebut diambil, setelah melihat tingkat pengangguran relatif rendah, tetapi tingkat kemiskinan masih di atas nasional.

“Meskipun pengangguran rendah atau pekerjaan masih tersedia, tapi pekerjaan tersebut masih memberikan upah yang relatif lebih rendah, sehingga ini berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan penduduk,” ungkap Menteri Bambang.

Dalam Musrembang tersebut, Bambang menjelaskan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sulteng meningkat pada tahun 2017, namun masih berada di bawah TPT nasional. Secara spasial, TPT tertinggi di Sulteng terdapat di Kota Palu sebesar 8,32 persen, yang di atas TPT Nasional. 

Terkait kependudukan, angka kemiskinan Sulteng walaupun telah mengalami penurunan dalam enam tahun terakhir, namun masih berada di atas angka kemiskinan nasional. Secara spasial, angka kemiskinan tertinggi di Sulteng terdapat Kabupaten Tojo Una-Una, Donggala dan Parigi Moutong. 

Sementara itu Gubernur Sulteng Longki Djanggola menjelaskan tingkat kemiskinan Sulteng sedikit mengalami peningkatan yakni dari 14,09 persen pada 2016, menjadi 14,22 persen pada 2017.

“Hal ini menjadi perhatian untuk kerja keras dari semua pihak, untuk menekan angka kemiskinan tersebut,” kata Gubernur Longki.

Terkait ketenaga kerjaan, TPT Sulteng relatif rendah dibanding TPT nasional, dimana TPT sulteng pada 2017 sebesar 3,81 persen, sedikit meningkat dibanding 2016 sebesar 3,29 persen.