Kebal Hukum, Penambang ‘Ilegal’ di Maros Terkesan Bebas dan Ugal-ugalan

oleh -5 views
Salah satu Tambang yang ada di desa Baruga

Zonamerahnews.com- Seolah tak peduli dampak kerusakan lingkungan, kegiatan penambangan ‘ilegal’ yang dilakukan oleh salah satu oknum dalam melancarkan aksi untuk mencari keuntungan yang besar.

Terlihat begitu sangat ironis, masih saja ada aktifitas ilegal mining yang ugal-ugalan dan diduga kebal hukum, padahal jelas-jelas merugikan negara.

Seperti aktifitas penambangan yang berada di wilayah Kecamatan Mongcoloe, Simbang, Bantimurung, Tanralili, Tompo Bulu Kabupaten Maros diduga melenggang bebas beroperasi meskipun tidak memiliki ijin.

Lahan dengan luas kurang lebih 8 hektar tersebut digagahi oknum penambang bodong dengan menggunakan excavator untuk merusak lingkungan.

Sedangkan apabila merujuk pada undang-undang nomor 4 tahun 2009, sangat jelas disebutkan pada pasal 158, bahwa

“Setiap orang yang melakukan usaha pertambangan yang tidak mempunyai IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000 (seratus milyar)”.

Oleh karena itu tanpa pandang bulu supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan, kepada penambang liar di Moncong loe, Tompo Bulu, Tanralili, Simbang, Bantimurung yang jelas-jelas tak berijin alias bodong, dan ini sudah menjadi tugas bagi penegak hukum setempat untuk melakukan tindakan tegas.

Aktifitas penambangan liar yang tidak prosedural jelas akan berdampak pada lingkungan dalam jangka panjang dan tidak menutup kemungkinan berimbas pada kebocoran pajak sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Contoh salah satu Tambang yang ada di desa Baruga, kecamatan Bantimurung. Menurut salah satu warga, bahwa Tambang yang di dalam itu milik inisial Dg B yang di kelola inisial Cng.

Ia tambang itu milik Dg B tapi di kelola cng” ucapannya Senin (21/6/2021)

Terpisah, sopir Dump truk mengatakan bahwa material ini kami angkut ke rel kereta api.

Kami bawa ke rel kereta api” singkatnya.

Sementara kepala desa Baruga saat di komfirmasi mengatakan bahwa Kalau saya tanya na bilang ada tapi pernah saya minta foto copy nya sampai saat ini belum dikasih

” Katanya ada tapi kalau saya minta Poto copy nya sampai saat ini belum di kasih, Kalau yang di Batu napara biasa saya lihat disana Firdaus, kalau yang di Samariga anaknya H. Sakka…?”ungkapnya

Saat di komfirmasi salah satu oknum pengusaha tambang, Firdaus mengatakan tidak gentar Karena Ilegal itu sudah lama menambang tidak memiliki IUP, hati hati saja.

” Tidak gentar karena ilegal itu sudah lama menambang tidak memiliki IUP, hati hati saja. Anda baru di Maros, gunung hampir habis ” ungkapnya melalu WhatsApp nya.

Selain itu pula, dampak terhadap lingkungan di musim pancaroba seperti saat ini, dengan adanya mobilitas truck pengangkut tanah hasil penambangan ilegal meninggalkan jejak becek ketika terjadi hujan dan sebaliknya, debu tebal yang sangat berpengaruh pada kesehatan.

Sampai berita ini dipublikasikan belum ada klarifikasi pihak terkait.

Bersambung…

Darwis