Gebu Minang Bangkit Menggerakkan Indonesia

oleh -7 views
Gebu Minang Bangkit Menggerakkan Indonesia

loading…

Pengukuhan pengurus DPP Gebu Minang di Jakarta, Minggu (18/9/2022). Oesman Sapta didaulat menjadi Ketua Umum Gebu Minang. FOTO/IST

JAKARTADr H Oesman Sapta Dt Bandaro Sutan Nan Kayo
Ketua Umum Gebu Minang

SAYA ingin sedikit bercerita tentang sepenggal kisah tokoh Minang yang berjasa bagi negeri ini. Ialah Kiai Haji Agus Salim. Pada masa itu, Agus Salim dalam perjalanannya menuju Rotterdam dari Bremen. Saat tokoh nasional asal Minangkabau ini membakar kreteknya, hampir semua kulit putih di gerbong itu membicarakan bau asapnya. Bau yang sangat kuat dan sungguh berbeda dengan yang dihasilkan oleh rokok buatan Eropa.

Tiba-tiba Agus Salim merespons omongan orang-orang yang mengira dirinya tak paham apa yang sedang dibicarakan saat itu. “Das ist der geruch, der ihresgleichen in mein land gebracht hat!” kata Agus Salim dengan bahasa Jerman, yang artinya adalah bau yang membawa ras kalian datang ke negeri saya. Sontak, semua orang mendadak terdiam, tak menyangka akan mendapat respons semenohok itu dari Agus Salim. Sebuah tamparan keras bagi orang Eropa saat itu. Sikap menganggap enteng sosok mungil, asing dan dianggap terbelakang bagi mereka.

Agus Salim saat itu sedang menuju Belanda untuk menemui Sutan Sjahrir, Mohammad Hatta, dan Tan Malaka yang kesemuanya berasal dari Ranah Minang. Tanah yang suka atau tidak suka pernah melahirkan nama-nama besar di berbagai bidang kehidupan bangsa ini. Entah berapa sastrawan hebat, cendekiawan, pemikir, politisi ulung sampai prajurit tangguh lahir dari Ranah Minang. Tidak pernah letih membela negeri besar membentang seantero Nusantara bernama Indonesia.

Saya memang belum hidup di masa-masa itu, tapi saya bisa merasakan seperti apa bangganya Urang Awak ketika banyak dari putranya yang menjadi simbol keberhasilan negeri. Bertindak langsung menjadi pemikir utama, membuka jalan kemerdekaan Indonesia. Keberanian mengambil tanggung jawab memindahkan Ibu Kota ke Bukittinggi adalah salah satu kebanggaan lain yang selalu diceritakan oleh berbagai generasi Minang.

Sungguh saya merasa bahwa di suatu masa, Urang Awak adalah bangsa yang sangat disegani di Indonesia. Yang dianggap berani, cerdas, bijak, berkebisaan dan tentu saja menonjol dalam pemikiran.

Saya sadar, terlalu membanggakan masa lalu, dapat membuat kita terlena dan terlupa. Terhadap apa sesungguhnya yang harus kita sasar dan capai dalam waktu dekat maupun panjang.

Sebagai Urang Awak, inilah saatnya kita jadikan kisah-kisah para tokoh hebat Minang sebagai acuan untuk terus berkontribusi, kepada negeri kita tercinta, Indonesia. Melalui Gebu Minang, saya mengajak saudara-saudara saya yang datang dari tanah yang sama, untuk menjadikan kisah hebat di masa lalu sebagai pijakan motivasi yang kuat dalam mengambil peran lebih besar dalam kehidupan berbangsa Indonesia. Minang untuk Indonesia.

Jangan lupa, untuk apa Gebu Minang didirikan pada tahun 1989 silam. Gebu Minang adalah manifestasi rasa cinta para perantau kepada daerah Minangkabau dengan totalitas. Dimulai dengan kontribusi yang ikhlas, Gebu Minang dapat menggerakan Indonesia!

Termasuk saya, mendapat amanah menjadi Ketua Umum Gebu Minang adalah soal keberlanjutan. Ada banyak kerja besar yang ingin saya tuntaskan. Pekerjaan untuk menyolidkan, menyatukan, dan menguatkan raso dan pareso sesama Minangkabau. Keberlanjutan menjaga rasa sesama Urang Awak.