Demo Tolak RUU KUHP di Makassar Ricuh, Tiga Wartawan Dipentung

oleh -5 views
Salah satu wartawan di Makassar dipentung oleh oknum polisi saat meliput aksi demo (Foto Istimewah)

Zonamerahnews.com – Tiga wartawan yang meliput aksi penolakan pengesahan UU KPK dan Revisi KUHP di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, mendapat tindak kekerasan dari oknum polisi, Selasa (24/9/2019)

Mereka masing-masing Muhammad Darwi Fathir Wartawan LKBN ANTARA, Saiful Wartawan inikata.com (Sultra) dan Ishak Pasabuan Wartawan Makassar Today.

“Saya dipukul saat ambil gambar di depan Kantor DPRD Sulsel,” kata Ishak salah satu wartawan yang juga menjadi korban tindakan kekerasan

Dia mengatakan pemukulan terhadap dirinya berawal saat kepolisian mengejar mahasiswa yang berhamburan setelah tembakan gas air mata. Ishak terus mengambil gambar hingga dilarang polisi.

“Sempat saya dilarang, tapi saya meliput, jadi terus ambil gambar,” imbuhnya.

Saat mengambil gambar, Ishak mengaku, ditarik dan dipegang oleh dua anggota polisi. Tiba-tiba saja polisi lain datang menendang perut dan bagian belakang Ishak.

Selain Ishak, wartawan LKBN ANTARA, Darwin Fatih, juga dipukul oleh oknum polisi. Darwin menerangkan polisi memukulnya membabi buta.

Darwin mengatakan dipukul setelah mengambil gambar. Dia mengaku dipukul dengan pentungan bertubi-tubi.

Beruntung dirinya masih bisa menahan beberapa pukulan, namun tetap mengalami luka di kepala.

Akibat pukulan tersebut, Darwin dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros untuk mendapat pertolongan.

Wartawan dianiaya (Foto Istimewah)

Kepala Darwin kini diperban, tangan bengkak akibat pukulan pentungan dari kepolisian.

 “Saya dipukul pakai pentungan. Untung saya tahan terus itu pentungan. Bengkak-bengkak tanganku,” jelasnya.

Sementara, wartawan Inikata.com, Saiful mengaku dipukul polisi karena merekam kejadian saat polisi menyerang mahasiswa di bawah Fly Over Makassar, Sulawesi Selatan.

 “Saya dilarang tapi saya perlihatkan ID Card bahwa saya jurnalis,” katanya.

Namun, polisi tetap melarang. Saiful kemudian mengalah dengan tidak mengambil gambar.

Akan tetapi polisi tetap memukul dengan pentungan. Akibatnya bagian bawah mata sebelah kiri robek dan dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani menegaskan akan melakukan penyelidikan dan evaluasi serta memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang melakukan penganiayaan terhadap sejumlah wartawan

“Saat ini semua anggota di lapangan masih bertugas dan nanti langsung kita lakukan evaluasi setelah unjuk rasa selesai,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, seperti dikutip Antara

Ia mengatakan pada saat bentrokan terjadi banyak anggota terkadang tidak mengenali wartawan karena kurangnya identitas yang melekat pada diri wartawan.

Dicky berharap semua wartawan yang meliput di lapangan, apalagi unjuk rasa besar-besaran hendaknya memakai atribut lengkap.

“Yang pertama sekali kami meminta maaf atas kejadian itu dan selanjutnya melakukan penyelidikan. Kami pastikan tindakan penganiayaan itu akan diproses sesuai dengan aturan,” kata Dicky mengakhiri

 

 

 

(Baharuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.