Cerita Kader Demokrat Dirayu Pro KLB: Istana di Belakang Kita

oleh -8 views

 


 

Zonamerahnews.com–Ambon–Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Tual, Provinsi Maluku Jemi mengaku ditawari uang dan jabatan jika menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret lalu.

Kala itu, dia dihubungi seorang kader DPD Demokrat Maluku dan
dijanjikan uang Rp100 juta. Orang yang menghubunginya juga meminta Jemi
tidak khawatir karena KLB dibekingi Istana.

“Mereka minta gabung di KLB dengan iming-iming uang dan jabatan,
siapa yang tak mau uang dan jabatan, mereka katakan tak perlu khawatir
istana di belakang kita,” kata Jemi, usai mengikuti Rakorda Partai
Demokrat Maluku, di Ambon, Selasa (16/3).

Jemi dihubungi orang yang pro KLB pada 19 Februari. Kala itu, dia
menolak lantaran masih loyal terhadap kepengurusan hasil Kongres Maret
2020 dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum.

Saat dihubungi seseorang yang mengajaknya datang ke KLB, Jemi tengah rapat secara virtual dengan Sekjen Teuku Rifky.

“Sempat belum memberikan jawaban soalnya masih sedang rapat virtual
bersama Sekjen, mereka katakan kenapa mesti takut, saya katakan saya
lebih suka mendapat jabatan melewati sebuah proses, apalagi soal uang
itu soal harga diri,” ucapnya.

Awalnya, sebanyak 11 kader DPD Partai Demokrat Maluku mengaku
dibelikan tiket pesawat pulang dan pergi untuk mengikuti Kongres Luar
Biasa (KLB) di DeliSerdang, Sumatra Utara pada 5 Maret.

 

Plt Partai Demokrat Kota Ambon Max Penturi mengatakan itu wajar.
Namun, dia mengklaim kala itu tak diiming-imingi uang Rp100 juta dan
jabatan, karena fokus menyukseskan Meoldoko menjadi ketua umum yang baru
lewat KLB.

“Kita dibelikan tiket itu wajar, tidak mungkin pergi ikut KLB dengan
uang sendiri, ya dikasih uang minum kopi wajar ya, ditanggung tiket
pulang pergi itu pasti, sekali lagi tidak mungkin pergi pakai uang
pribadi,” katanya.

Diketahui, KLB Demokrat di Deli Serdang diinisiasi oleh sejumlah
kader yang telah dipecat oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Mereka antara
lain Darmizal, Ahmad Yahya, Jhoni Allen Marbun dan beberapa orang
lainnya.

Sementara itu, DPP Demokrat yang diketuai AHY menyebut KLB di Deli
Serdang ilegal dan inkonstitusional lantaran tidak digelar sesuai dengan
aturan dalam AD/ART.

Dia juga menyayangkan Moeldoko terlibat dalam gerakan ilegal
tersebut. Terlebih, Moeldoko bukan kader Demokrat dan merupakan pejabat
tinggi negara lingkaran dalam Presiden Jokowi.

Mengenai keterlibatan Moeldoko, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf
Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin enggan berkomentar. Menurutnya, hal
itu tak berkaitan dengan jabatan Moeldoko di KSP.

“Sudah masuk di ranah pribadi itu. Tidak ada hubungannya dengan KSP atau pemerintahan,” ujar Ngabalin