Bukhori Yusuf : Apresiasi Pemerintah Arab Saudi Atas Dibukanya Penyelenggaraan Ibadah Umrah Untuk Calon Jemaah Indonesia

oleh

Zonamerahnews.com – Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi kembali membuka penyelenggaraan ibadah umrah untuk calon jemaah asal Indonesia.

Anggota komisi VIII DPR RI,Bukhori Yusuf mengapresiasikan hal pemerintah Arab Saudi dalam tindakannya, dan meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menyiapkan protokol kesehatan (prokes) bagi calon jemaah yang hendak beribadah umrah demi menghindari penyebaran virus Covid-19.
” Pembukaan umrah itu kabar baik bagi kita semua. Kendati demikian, penyelenggaraan perlu dipastikan memperhatikan prokes yang optimal. Ditjen penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama mengambil tanggungjawab dalam menyiapkan penegakan prokes bagi warga negara kita dengan sebaik-baiknya.” Ujar Bukhori, tertulis dalam keterangan pers di laman Parlementaria, Minggu (10/10/2020).
Bukhori mengakui bahwa penegakan prokes dalam penyelenggaraan  ibadah umrah di masa pandemi membawa konsekuensi terhadap pembekakan biaya. 
Salah satunya yakni munculnya biaya karantina bagi calon jemaah, apabila didapati apa yang tidak memenuhi standar kesehatan yang di syaratkan. 
Menanggapi hal tersebut, Ia menilai pemerintah pun juga perlu menyiapkan skema penyelenggaraan ibadah umrah yang tidak memberatkan calon Jemaah terkait biaya.
” Selain dari segi kesehatan, intervensi pemerintah juga dibutuhkan untuk mengatasi potensi pembekakan biaya yang harus dikeluarkan Jemaah, khusunya untuk kebutuhan karantina. Karena itu saya mendorong peran pemerintah memastikan penyelenggaraan yang tidak memberatkan para jamaah kita ” Tambahannya.
Lanjutnya Ia mengingatkan kembali kepada  pemerintah menegakkan prokes dalam menyambut kedatangan jemaah umrah Indonesia sepulang dari tanah suci.
Pasalnya, hal ini harus diperhatikan karena kasus pandemi global belum sepenuhnya membaik, lantaran penambahan kasus disejumlah negara masih terjadi.
” Maka, ketika sampai di Indonesia juga harus ada protokol yang jelas dan tidak merepotkan dengan tetap menyadari bahwa saat ini pandemi belum usai. Ini semata-mata demi mengantisipasi risiko terjadinya gelombang ketiga pandemi di tanah air, sekaligus memelihara keselamatan bersama ” Katanya
(Sumber : Parlementaria | Foto : Istimewa)