Abaikan Upah Kerja, Mantan Kepsek SMAN 6 Kelara Terancam Dilaporkan

oleh -4 views
Besi pintu pengaman SMAN 6 Kelara Jeneponto yang dibongkar

Zonamerahnews.com – Mantan Kepala Sekolah SMAN 6 Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, M. Syukur dinilai nakal dan tukang bohong

Pasalnya, M Syukur telah mengabaikan upah kerja tukang besi pintu pengaman yang dipekerjakannya terhadap tukang tersebut

Beberapa rekan guru SMAN 6 Jeneponto saat ditemui oleh media ini di ruang kerjanya, mengatakan terkait upah kerja pemasangan besi pintu pengaman itu belum dibayarkan

“Tukang tersebut mengancam akan membongkar kembali” ujar beberapa rekan guru SMAN 6 Jeneponto belum lama ini

Disebutkan, bahwa besi pintu pengaman itu sudah ada beberapa yang rusak. Bahkan, sudah ada yang tidak terpasang lagi

Baca Juga : Perbaikan Pintu Dinilai Terbengkalai, M. Syukur Diduga Bawa Kabur Dana Pengadaan Rp. 90 Juta

“Hanya dibuka dan simpang saja karena sudah tak layak pakai lagi terbongkar pisah engsel dengan lasnya” tambahnya

Rudianto S.Pd selaku Kepala Sekolah yang sekarang ini, bersama dengan rekan gurunya sangat menyesalkan

Hal tersebut disebabkan lantaran pintu lama yang berkualitas tersebut dibongkar.

Baca Juga : Diduga Manipulasi Anggaran, Mantan Kepsek SMAN 6 Kelara Buat Besi Pengaman Pintu Asal Jadi

“Dibanding dengan pintu besi baru itu, belum cukup sebulan terpasangnya, sudah rusak dan berantakan” ucapnya

Dia mengatakan, seharusnya pintu lama tidak usah dibongkar kemudian pintu besi pengaman itu dipasang

Sebab, memang hanya dibuatkan hanya pengaman pintu. Bukan malah dijadikan pintu.

Baca Juga : Ruang Kelas Tak Berplafon, Siswa SMAN Kelara Jeneponto Kepanasan

“Seharusnya pintu lama tidak usah dibongkar digudangkan karena memang besi pintu yang dibuat tujuannya hanya pengaman” bebernya

“Dan juga pintu lama itu masih lebih bagus daripada besi pintu pengaman itu justru dijadikan pintu” terangnya

Disaat yang sama, tukang pembuat dan pasang pintu, Jufri Daeng Sitori saat ditemui oleh media ini di rumahnya

Tepatnya di samping pasar tradisional Gantinga, Jeneponto, membenarkan kalau upah kerjanya masih minim dibayarkan

Baca Juga : Anggaran Pengerjaan Pintu SMAN 6 Kelara Dinilai Tinggi, Bendahara Ngaku Tak Ketahui

“Masih kurang lebih Rp. 40 juta yang belum dibayarkan, sama M. Syukur.” ucapnya

Jufri Daeng Sitori mengatakan, bahwa Syukur hanya selalu janji janji, sejak tahun lalu dikerjakan hingga sekarang belum juga kunjung dilunasinya.

“Ini sudah lama dan kami sudah bosan dibohongi dan dijanji janji terus saja, mungkin lebih baik pintu dibongkar dan kemudian dilapor ke polisi” kesal Jufri bersama istrinya

Lanjut Jufri Sitori menyebutkan, bahwa akhir akhir ini M. Syukur semakin menjengkelkan

“Teleponnya susah dihubungi, selalu tidak aktif, kalaupun aktif kadang tidak diangkatnya” ungkapnya

Terpisah, berdasarkan pengakuan mantan bendahara, Wayang Sujati, bahwa tidak seharusnya terjadi tunggakan upah kerja tukang

 “Karena dananya sebesar Rp 90 juta itu, sudah dicairkan oleh M. Syukur,  sejak awal rencana pekerjaan pengadaan pintu besi pengaman dimaksud.” jelasnya

 

(Hamzah Sila/Ayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.