zonamerahnews.com – Sebuah seruan penting datang dari pucuk pimpinan Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini mengeluarkan instruksi khusus yang wajib ditaati seluruh warga Jatim. Imbauan ini terkait pengibaran bendera Merah Putih pada dua tanggal krusial akhir September dan awal Oktober. Apa makna di balik arahan ini dan mengapa seluruh elemen masyarakat diminta untuk mematuhinya?
Khofifah menegaskan bahwa pada Rabu 30 September, bendera kebangsaan harus dikibarkan setengah tiang. Langkah ini merupakan bentuk penghormatan dan mengenang tragedi kelam G30S yang pernah mengguncang bangsa. Keesokan harinya, Kamis 1 Oktober, tepat pukul 06.00 pagi, bendera Merah Putih wajib dinaikkan kembali hingga satu tiang penuh, menandai peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Arahan ini bukan hanya ditujukan bagi instansi pemerintah atau lembaga pendidikan semata. Seluruh pengelola perkantoran hingga lapisan masyarakat luas di Jawa Timur diminta untuk melaksanakan instruksi ini. Menurut Khofifah, momen pengibaran bendera berturut-turut ini memiliki makna mendalam. Ini adalah kesempatan emas untuk merenungkan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkokoh fondasi persatuan yang telah dibangun susah payah.
"Dua hari ini mengajak kita untuk mengenang sekaligus meneguhkan tekad," ujar Khofifah dalam keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa melalui aksi ini, masyarakat diajak menghormati sejarah dan terus menjaga Pancasila sebagai pilar utama pemersatu Indonesia. Imbauan ini sendiri merujuk pada Surat Menteri Kebudayaan RI yang terbit pada 23 September lalu. Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema yang begitu relevan: "Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."
Gubernur Khofifah menaruh harapan besar agar tema tersebut tidak hanya menjadi slogan belaka, melainkan benar-benar terwujud dalam tindakan nyata. Terutama bagi generasi milenial dan Gen Z, ia menekankan pentingnya mengenal sejarah bangsa dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. "Jaga kerukunan, hargai perbedaan, dan hadir untuk membantu sesama. Dari situlah persatuan terus kita rawat," pesannya.
Sebagai bagian dari pedoman yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga akan menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Acara ini akan digelar di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota pada 1 Oktober mulai pukul 07.30 waktu setempat. Seluruh warga juga diajak untuk menyimak pidato Menteri Kebudayaan yang akan disiarkan melalui saluran Indonesiana TV atau kanal YouTube resmi kementerian.

