zonamerahnews.com – Kabar duka sekaligus kelegaan menyelimuti keluarga Surakman Meksi, salah satu awak kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau Selat Sunda. Jenazah Surakman akhirnya teridentifikasi, membawa sedikit titik terang di tengah misteri hilangnya kapal yang juga mengangkut lima jurnalis tersebut. Yayat, putra mendiang Surakman, mengonfirmasi bahwa mereka menerima informasi penemuan jasad ayahnya di perairan Enggano Bengkulu pada Selasa malam.
Dengan suara tertahan menahan kesedihan, Yayat menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya pencarian. Ia mengucapkan terima kasih kepada Basarnas Banten, Kepolisian Daerah, Gubernur, serta seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu yang menghilang.

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni mengingatkan kembali pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol keselamatan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Meskipun status aktivitas gunung api tersebut telah turun ke Level II atau Waspada, Andra menegaskan bahwa zona larangan 2 kilometer dari kawah tetap berlaku. Hal ini demi mencegah risiko lontaran material erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Ia juga berharap agar tujuh korban lain, termasuk lima jurnalis, dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan bahwa Tim SAR Gabungan belum dapat memastikan nasib ketujuh korban lainnya. Pihaknya menolak berspekulasi mengenai kemungkinan mereka selamat atau bahkan terbawa arus hingga ke luar negeri, seperti dugaan yang sempat beredar bahwa kapal bisa terbawa hingga Australia. Kapolda menegaskan bahwa informasi yang disampaikan berdasarkan data temuan yang ada. Lebih lanjut, penyebab pasti insiden, apakah kapal tenggelam, terbakar, atau hilang tanpa jejak, juga belum dapat dikonfirmasi oleh kepolisian.

