zonamerahnews.com – Secercah harapan dan kelegaan menyelimuti keluarga korban insiden KM Virgo Transport 8. Tim Disaster Victim Identification DVI Polri telah sukses mengungkap identitas sembilan jenazah yang sebelumnya ditemukan di perairan Masalembu Laut Jawa. Kesembilan jasad tersebut kini telah dipulangkan ke pangkuan keluarga, mengakhiri penantian panjang di tengah duka mendalam.
Hingga Selasa ini, total 18 korban meninggal dunia telah ditemukan pasca-musibah tersebut. Dari jumlah itu, sembilan jenazah telah teridentifikasi secara pasti, sementara sembilan lainnya masih dalam proses identifikasi mendalam oleh tim ahli.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, setiap jasad yang ditemukan menjalani serangkaian proses identifikasi ketat. Prosedur ini melibatkan pencocokan data ante mortem yang dikumpulkan dari pihak keluarga dengan hasil pemeriksaan forensik pada jenazah. "Setelah identitas korban dipastikan, jenazah segera diserahkan kepada keluarga," tegas Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta.
Trunoyudo menambahkan, proses identifikasi dilakukan secara cermat demi memastikan kepastian identitas sebelum penyerahan. Data ante mortem dari keluarga menjadi elemen krusial dalam proses rekonsiliasi ini. Polri berkomitmen penuh untuk memastikan setiap data diperiksa dan dicocokkan dengan teliti, sehingga identitas korban dapat dipastikan tanpa keraguan.
Sementara itu, upaya pencarian korban lainnya masih terus digencarkan oleh Tim SAR gabungan. Pada Selasa pagi, tim penyelam berhasil menemukan tiga jasad tambahan. Ketiga jasad tersebut telah dievakuasi dan kini sedang dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Data terkini dari Basarnas per Selasa pukul 11.30 WITA menunjukkan, dari total 243 penumpang dan kru dalam manifes, sebanyak 126 orang telah berhasil ditemukan. Angka ini mencakup 108 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia. Dengan demikian, sebanyak 117 individu masih dalam daftar pencarian.
Insiden tragis ini bermula saat KM Virgo Transport 8 hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu dini hari 13 September. Kapal yang bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sehari sebelumnya itu diduga diterjang cuaca buruk ekstrem. Dalam hitungan jam, kapal ditemukan terbalik, menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga yang menanti kabar orang terkasih.

