zonamerahnews.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini membuka tabir tentang salah satu buku yang paling memengaruhi perjalanan hidupnya. Bukan karya tebal nan filosofis, melainkan sebuah buku tipis berjudul "Warrior of the Light" karya novelis ternama asal Brasil, Paulo Coelho, yang ternyata menjadi bacaan favorit sang pemimpin.
Dalam sebuah program wawancara khusus, Prabowo mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap karya Coelho tersebut. Ia menyebut, isi buku itu seolah-olah dirancang khusus untuk merefleksikan fase-fase penting dalam kehidupannya. Pengenalan pertamanya dengan buku ini terjadi di awal tahun 2000-an, ketika sang kakak, Maryani Djojohadikusumo, menghadiahkannya.

Momen pemberian buku itu bertepatan dengan masa-masa terberat yang dialami Prabowo. "Saya sedang berada di titik nadir, setelah saya lengser pada tahun 1998-1999," ujarnya. Ia mengenang bagaimana dirinya saat itu didera berbagai tuduhan serius, mulai dari isu kudeta hingga penculikan, yang membuatnya merasa terpuruk dalam jurang keputusasaan.
Tanpa menunda, Prabowo langsung menyelami setiap baris dan kata dalam buku tersebut. Ia merasakan koneksi emosional yang begitu kuat, seolah-olah pesan-pesan dalam "Warrior of the Light" berbicara langsung kepadanya. "Saya terus saja menitikkan air mata, seolah-olah dia bicara ke saya," kenangnya, menggambarkan betapa dalam buku itu menyentuh relung hatinya.
Melihat dampak positif yang ia rasakan, Prabowo pun tak ragu menganjurkan generasi muda Indonesia untuk turut membaca karya-karya Paulo Coelho, termasuk "The Alchemist" yang juga sangat populer. Ia berharap, pesan-pesan inspiratif dari penulis asal Brasil itu dapat memberikan kekuatan dan pencerahan bagi banyak orang, terutama di tengah tantangan hidup.

