zonamerahnews.com – Jawa Timur dilanda bencana serius. Musim kemarau 2026 menyisakan duka mendalam bagi belasan kawasan pegunungan. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengungkap fakta mengejutkan setidaknya 14 gunung di wilayah ini hangus dilalap api.
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi BPBD Jatim Muhammad Amrul merinci daftar lokasi yang menjadi sasaran amukan si jago merah. Deretan gunung yang terdampak meliputi Semeru Arjuno-Welirang Bromo Buthak Kawinajang Wilis Argopuro Ijen Raung Pegat Payaman Gede Blitar Ndangean hingga Lawu. Skala kerusakan lahan secara keseluruhan masih dalam tahap penghitungan.

Di tengah kabar duka ada secercah harapan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno melaporkan beberapa titik api berhasil dikendalikan. Gunung Bromo di Probolinggo misalnya kini telah aman. Upaya pemadaman dan modifikasi cuaca membuahkan hasil positif dengan area sekitar 200 hektare yang sempat terbakar kini padam total. Kondisi serupa juga terjadi di Bukit Keciri Pasuruan yang sebelumnya diduga akibat rembetan api dari Bukit Watangan. Citra satelit memastikan tidak ada lagi titik api di sana meski luasan dampak masih didata. Pun demikian dengan sebagian area Gunung Lawu di Kabupaten Magetan yang telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Namun perjuangan belum usai. Kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang dan Gunung Buthak yang melintasi Blitar dan Malang masih aktif. Api terpantau terus berkobar melahap ratusan hektare hutan. Titik api kini terkonsentrasi di Gunung Buthak tepatnya di atas Gunung Malang dan sisi selatan Gunung Kawinajang dengan perkiraan 800 hektare lahan telah hangus. Angka ini masih bisa bertambah seiring perkembangan situasi.
Fokus penanganan juga tertuju pada Gunung Lawu di wilayah Ngawi. Meskipun skala area terbakar relatif kecil sekitar 2 hektare di Petak 41 dan 42D namun potensi rembetan api sangat tinggi. Sementara itu Gunung Wilis di Nganjuk juga masih berstatus belum padam. Medan yang terjal dan curam di area puncak menjadi kendala utama bagi petugas untuk mencapai titik api. Luasan lahan yang terdampak di Wilis pun belum dapat dipastikan.

