zonamerahnews.com – Persaingan menuju puncak Benyamin S Award (BSA) semakin sengit. Dua kelurahan andalan dari Jakarta Selatan, Kebon Baru dan Cilandak Barat, baru-baru ini memamerkan beragam inovasi dan potensi unggulan mereka di hadapan tim penilai. Keduanya bertekad meraih penghargaan bergengsi yang mengapresiasi perubahan nyata di tingkat wilayah.
Kelurahan Kebon Baru tampil memukau dengan Festival Juara Kebon Baru. Nama "Juara" sendiri merupakan singkatan dari Jujur Unggul Asri Ramah dan Amanah, yang menjadi semangat utama warga. Para juri BSA diajak menelusuri langsung fasilitas kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang kreatif. Mulai dari bank sampah yang aktif memberdayakan masyarakat hingga sembilan "teba", sebuah sistem lubang di pekarangan rumah yang efektif mengelola sampah organik rumah tangga. Festival ini juga diramaikan dengan pameran produk UMKM lokal, pertunjukan tari tradisional, kegiatan mewarnai untuk anak-anak, serta layanan cek kesehatan gratis sebagai bentuk partisipasi aktif komunitas.

Di sisi lain, Kelurahan Cilandak Barat memilih untuk menonjolkan kekayaan potensi wisatanya. Tim Benyamin S Award berkesempatan menjelajahi langsung Museum Basoeki Abdullah, sebuah destinasi budaya penting. Di pelataran museum, sebuah panggung telah disiapkan khusus untuk menampilkan berbagai pertunjukan dari warga. Mulai dari tarian daerah yang memukau, peragaan busana, penampilan musik, hingga komedi Lenong Betawi yang khas, semuanya menambah semarak suasana. Berbagai stan UMKM juga hadir, menawarkan kuliner lezat dan cinderamata unik bagi pengunjung dan tim penilai.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, membeberkan proses seleksi yang ketat hingga kedua kelurahan ini melaju ke babak final. Awalnya, ada sepuluh kelurahan dari Jakarta Selatan yang diusulkan. "Kami melakukan seleksi mendalam untuk memilih sepuluh kelurahan yang memenuhi kriteria filosofis Benyamin S," jelas Syafrin. Filosofi tersebut mencakup kemampuan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta keberhasilan dalam menerapkan program strategis gubernur, seperti pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan UMKM.
Syafrin menambahkan, prinsip "pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, dan kolaborasi memberikan manfaat untuk semua" menjadi landasan utama dalam penilaian. Dari sepuluh usulan, terpilih dua finalis yang diharapkan menjadi inspirasi bagi kelurahan lain. "Kami berharap sinergi, kolaborasi, dan inovasi yang mereka lakukan dapat menjadi pemicu bagi kelurahan lain untuk mencontoh. Dengan begitu, program strategis gubernur bisa tertanam kuat dan terlaksana dengan baik di setiap wilayah," pungkasnya.
Selain Kebon Baru dan Cilandak Barat, delapan kelurahan lain yang juga lolos ke final Benyamin S Award adalah Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, dan Kebon Sirih. Kesepuluh finalis ini bersaing menunjukkan program-program unggulan yang selaras dengan empat pilar penilaian BSA: Bersih Indah Nyaman dan Sejahtera.
Ajang penghargaan yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini bertujuan mengapresiasi para pemimpin wilayah yang berhasil membawa perubahan nyata dan berkelanjutan. Setelah festival di Jakarta Selatan, rangkaian acara akan berlanjut di Kelurahan Kebon Sirih Jakarta Pusat pada Minggu 11 Oktober. Para lurah finalis kemudian akan menjalani presentasi penilaian pada 15 Oktober, sebelum acara puncak yang dinanti-nanti pada 30 Oktober mendatang.

