zonamerahnews.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali membayangi sejumlah wilayah di Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK mengungkap lonjakan signifikan titik panas atau hotspot di beberapa provinsi krusial terutama di Kalimantan dan Sumatera. Meskipun secara nasional terjadi sedikit penurunan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi namun konsentrasi titik api di daerah prioritas justru melonjak tajam memicu kekhawatiran serius.
Data terbaru dari KLHK menunjukkan peningkatan dramatis di beberapa lokasi. Kalimantan Tengah mencatat 225 titik panas naik dari sebelumnya 182 titik. Sumatera Selatan mengalami kenaikan paling mencolok dari 71 menjadi 224 titik. Kalimantan Barat juga tidak luput dengan 47 titik dari 34 titik dan Kalimantan Selatan naik menjadi 31 titik dari 18 titik. Sementara itu Jambi menunjukkan sedikit penurunan menjadi 16 titik dan Riau tetap nihil. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa meskipun angka nasional sedikit melandai perhatian dan respons lapangan harus terus diperkuat khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan SiPongi KLHK total 1.176 titik panas dengan kepercayaan tinggi terdeteksi hingga Rabu malam. Angka ini sedikit menurun 25 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 1.201 hotspot. KLHK menegaskan bahwa titik panas hanyalah indikator anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit bukan berarti langsung menjadi kebakaran atau luasan lahan terbakar. Oleh karena itu setiap indikasi memerlukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penanganan.
Upaya pengendalian karhutla terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Manggala Agni KLHK bekerja sama erat dengan BNPB TNI Polri BMKG BPBD pemerintah daerah masyarakat relawan dan dunia usaha. Sebanyak 61 unit armada udara disiagakan terdiri dari 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 44 unit untuk operasi water bombing guna memadamkan api dari udara.
Selain ancaman api kualitas udara juga menjadi sorotan utama. Pemantauan konsentrasi PM25 menunjukkan sebagian wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang namun sejumlah daerah di Sumatera Kalimantan Jawa dan Papua masih menunjukkan kondisi tidak sehat bahkan sangat tidak sehat. Kantong-kantong dengan kategori berbahaya masih terlihat di sebagian Kalimantan menuntut kewaspadaan tinggi terhadap pergerakan asap.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker. Perhatian khusus harus diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak ibu hamil lansia dan penderita gangguan pernapasan. KLHK juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan asap titik api atau aktivitas pembakaran segera laporkan kepada petugas melalui saluran pelaporan resmi agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin.

