zonamerahnews.com – Tiga individu yang menjadi korban ledakan dahsyat di sebuah outlet makanan di Pakuwon City Surabaya kini berjuang memulihkan diri setelah menjalani serangkaian operasi penting. Insiden yang mengguncang kawasan Ruko San Antonio tersebut meninggalkan luka bakar serius pada ketiga pasien yang kini dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo.
Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa Direktur RSUD Dr Soetomo menjelaskan bahwa ketiga korban terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki telah dilarikan ke rumah sakit sejak Selasa pagi pasca ledakan. Pemeriksaan awal menunjukkan mereka menderita luka bakar antara 20 hingga 25 persen yang menyebar di area vital seperti wajah kepala leher dada dan anggota gerak. Tim medis juga mencurigai adanya cedera inhalasi atau blast injury yaitu gangguan saluran napas akibat menghirup asap panas atau gas beracun.

Untuk mengatasi kondisi kritis ini tim medis segera melakukan tindakan operasi pada Selasa. Setelah prosedur tersebut ketiga pasien kini berada di Ruang Observasi Intensif ROI untuk pemantauan ketat. Di ruangan ini dokter secara cermat mengamati perkembangan luka bakar fungsi pernapasan serta kondisi umum pasien guna memastikan penanganan yang optimal.
Cita menegaskan bahwa setiap pasien menerima penanganan medis yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka. Tim medis akan terus mengevaluasi perkembangan kondisi pasien untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi klinis yang berkelanjutan.
Ledakan dahsyat yang mengguncang Depot Nasi Tempong Sri Dewi di Ruko San Antonio Pakuwon City Jalan Kalisari Utara Mulyorejo Surabaya pada Selasa pagi itu dipicu oleh kebocoran tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram. Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa para pekerja di rumah makan tersebut sempat mencium bau gas sesaat sebelum ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
Insiden tragis ini tidak hanya melukai lima orang secara keseluruhan tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada 58 bangunan meliputi 42 ruko dan 16 rumah warga. Selain itu tiga kendaraan roda dua dan lima kendaraan roda empat juga dilaporkan mengalami kerusakan signifikan.

