zonamerahnews.com – Presiden Prabowo Subianto melayangkan peringatan tegas kepada seluruh jajarannya. Ia menyatakan siapa pun yang tidak bersedia mengikuti jalan yang benar dipersilakan untuk menyingkir dari barisan kepemimpinannya. Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo dalam sebuah acara penyerahan dana hasil penagihan denda administratif kehutanan senilai Rp13,2 triliun di Kejaksaan Agung pada Selasa lalu.
Dalam kesempatan tersebut Prabowo mengakui dirinya bukanlah sosok yang paling cerdas namun menegaskan bahwa ia tidak sebodoh itu untuk tidak memahami dinamika di lapangan. Ia memiliki informasi dan pengamatan yang luas mengenai ancaman yang kerap diterima oleh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) selama menjalankan tugas.

"Saya memiliki mata dan telinga di mana-mana" ujar Prabowo menekankan pemahamannya. Ia menambahkan bahwa ancaman tidak hanya menyasar para anggota Satgas tetapi juga keluarga mereka. Meski demikian ia mengapresiasi keberanian dan keteguhan hati mereka yang tidak gentar dan tidak menyerah.
Lebih lanjut Prabowo mempersilakan siapa saja di dalam Satgas atau jajaran pemerintahannya yang tidak mau terus berada di jalur yang lurus untuk mundur. Bahkan ia secara provokatif mendorong mereka yang tidak sejalan untuk bergabung dengan kelompok-kelompok yang selama ini merampok kekayaan bangsa dan negara.
Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran yang masih setia berjuang bersama demi rakyat. Ia menyoroti masih banyaknya masyarakat yang hidup tanpa rumah dan berjuang keras hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Percayalah kebenaran akan selalu menang" tegas Prabowo penuh keyakinan. Ia menyatakan tidak ada keraguan bahwa mereka berada di jalan yang benar. Prabowo juga menegaskan tidak gentar menghadapi pihak-pihak yang mungkin memiliki uang ratusan triliun membayar buzzer algoritma menyerang di media sosial atau membiayai demonstrasi. "Kita bersama rakyat kita siap mati untuk rakyat" pungkasnya.
