zonamerahnews.com – Kabupaten Langkat Sumatera Utara dilanda bencana banjir hebat awal pekan ini. Guyuran hujan lebat di wilayah hulu memicu meluapnya debit air sungai, merendam dua kecamatan dan mengganggu aktivitas warga secara signifikan.
Menurut keterangan dari Sri Wahyuni Pancasilawati Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut banjir parah menghantam Kecamatan Wampu dan Kecamatan Kuala. "Intensitas hujan yang sangat tinggi di daerah hulu sungai menjadi penyebab utama luapan air yang tak terbendung" jelasnya pada Selasa kemarin.

Di Kecamatan Wampu dampak paling terasa terjadi di Desa Besilam Bukit Lembasa. Akses vital warga terputus total lantaran jembatan penghubung Dusun 1 Besilam/BL tidak dapat dilalui. Kondisi ini menyebabkan sebagian warga terisolasi dan kesulitan beraktivitas. Sementara itu situasi serupa juga dilaporkan di Kecamatan Kuala di mana upaya penanganan darurat masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama tim kebencanaan.
Hingga Selasa kemarin belum ada laporan mengenai korban jiwa atau warga yang mengalami luka-luka akibat musibah ini. Proses pendataan jumlah warga yang terpaksa mengungsi masih terus berlangsung untuk memastikan semua terdampak mendapatkan perhatian.
Pemerintah Kabupaten Langkat segera merespons dengan berkoordinasi bersama aparat setempat dan melakukan peninjauan menyeluruh ke lokasi-lokasi yang terdampak. Tim BPBD Kabupaten Langkat juga telah disiagakan di lapangan untuk bersiap melakukan evakuasi jika kondisi memburuk. BPBD Sumut turut aktif berkoordinasi dan memantau perkembangan situasi di wilayah bencana. Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama jika hujan kembali turun di daerah hulu sungai.

