zonamerahnews.com – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur UPN Jatim tengah menjadi sorotan publik menyusul terkuaknya dugaan pelecehan verbal bernuansa seksual yang melibatkan seorang dosen berinisial H. Insiden yang diduga dilakukan terhadap mahasiswinya saat perkuliahan berlangsung ini pertama kali mencuat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Kabar mengenai perilaku tidak pantas dosen mata kuliah Bela Negara tersebut menyebar luas setelah keluhan dari sejumlah mahasiswa diunggah melalui akun menfess Instagram. Unggahan tersebut menuduh Dosen H kerap melontarkan candaan yang menjurus pada kekerasan verbal bernuansa seksual selama proses belajar mengajar di kelas.

Menanggapi aduan yang viral tersebut Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual PPKS UPN Jatim segera bergerak cepat untuk menelusuri kebenaran informasi. Humas UPN Jatim Nizwan Amin mengonfirmasi bahwa pihak kampus telah meminta keterangan dari beberapa mahasiswa yang menjadi saksi langsung dalam kelas Dosen H.
Nizwan Amin menjelaskan pada Senin 5 Oktober bahwa hasil temuan awal mengindikasikan adanya kecenderungan Dosen H melontarkan guyonan seksis saat mengajar mata kuliah Bela Negara di beberapa kelas. Sebagai tindak lanjut Dosen H kini telah dipanggil oleh Koordinator Mata Kuliah Umum MKU bersama Satgas PPKS UPN Jatim untuk dimintai klarifikasi.
Saat ini tim Satgas PPKS masih terus bekerja keras mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi terkait. Proses ini krusial sebelum rekomendasi sanksi diserahkan kepada pimpinan universitas. Nizwan menegaskan bahwa status Dosen H masih sebagai terduga pelaku mengingat belum adanya laporan resmi yang masuk ke PPKS meski beberapa mahasiswa disebut telah menyampaikan aduan.
Pihak kampus berkomitmen penuh untuk tidak pandang bulu dalam menindaklanjika dugaan pelecehan verbal ini terbukti kebenarannya. Nizwan menambahkan bahwa bentuk sanksi yang akan dijatuhkan sepenuhnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh tim Satgas. Respons kampus dipastikan sangat tegas dan akan ada hukuman sesuai regulasi yang berlaku jika terbukti bersalah.

