zonamerahnews.com – Kabut asap pekat kembali menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan karhutla yang tak kunjung usai. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius setelah kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan itu dilaporkan memburuk drastis, mencapai level yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Data terkini menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 di atmosfer Palembang melonjak tajam. Pada Senin pagi 5 Oktober tercatat angka 903,6 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut jauh melampaui ambang batas aman yang ditetapkan, mengindikasikan bahwa udara yang dihirup masyarakat Palembang mengandung polutan dalam jumlah ekstrem.

Peningkatan drastis ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak lansia dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan. Paparan asap beracun dengan konsentrasi setinggi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari iritasi mata dan saluran pernapasan hingga gangguan paru-paru jangka panjang. Otoritas terkait didesak untuk segera mengambil langkah konkret dan efektif guna melindungi masyarakat dari ancaman bahaya asap karhutla yang semakin mencekik ini.

