zonamerahnews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali membuat gebrakan besar dalam upaya pemberantasan korupsi. Kali ini, sebuah pesawat dan helikopter mewah berhasil diamankan sebagai bagian dari penyelidikan kasus dugaan penyelewengan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berkaitan dengan proyek pengadaan motor listrik untuk periode 2025-2026. Penemuan aset fantastis ini sontak menjadi sorotan publik.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, mengonfirmasi perihal penyitaan ini. Ia merinci bahwa pesawat yang kini berada dalam pengawasan aparat adalah buatan Textron Aviation, sebuah perusahaan dirgantara terkemuka dari Amerika Serikat. Tak hanya itu, satu unit helikopter jenis Bell 505 juga turut disita, menambah daftar panjang barang bukti yang berhasil dikumpulkan tim penyidik.

Selain dua moda transportasi udara bernilai tinggi tersebut, tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus juga menyegel berbagai aset lain yang tak kalah mencengangkan. Di antaranya terdapat uang tunai senilai Rp24,970 miliar, lima unit telepon seluler, serta 89 dokumen penting yang diduga kuat terkait dengan skandal ini. Beberapa kendaraan roda empat mewah juga turut disita, meliputi satu unit truk Hino, dua unit mobil BYD, satu unit BYD Dolphin, dan sebuah Lexus LM500 model tahun 2025.
Dalam pusaran kasus pengadaan motor listrik ini, Kejagung telah menetapkan lima individu sebagai tersangka. Mereka adalah Kolonel Cpl Budi Utomo, yang menjabat sebagai Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, serta Andri Mulyono (AM) selaku Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT). Nama lain yang terseret adalah Yenna Yuniana, Direktur PT Yasa Artha Trimanunggal, serta dua direktur PT ASE berinisial AA dan GB.
Menurut keterangan Kejagung, Kolonel Budi Utomo diduga kuat bersekongkol dengan pihak-pihak lain. Konspirasi ini ditengarai bertujuan untuk memuluskan langkah PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT) agar memenangkan tender proyek pengadaan motor listrik yang bernilai fantastis tersebut. Kasus ini masih terus bergulir dan diharapkan dapat mengungkap seluruh jaringan serta modus operandi di baliknya.

