zonamerahnews.com – Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 baru-baru ini melanda Kabupaten Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur menyisakan kerusakan berarti. Laporan terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB mengungkap puluhan bangunan mengalami kerusakan dan satu warga dilaporkan terluka ringan.
Menurut Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan pendataan awal menunjukkan 20 unit rumah di Sumba Barat Daya terdampak. Dari jumlah tersebut 19 unit mengalami kerusakan ringan sementara satu unit lainnya masuk kategori rusak sedang. Kerusakan rumah-rumah ini tersebar di beberapa desa seperti Waikadada Weerena Bondo Kodi dan Homba Karipit.

Selain hunian warga tiga fasilitas ibadah juga tidak luput dari dampak gempa yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge dan Gereja Katedral Waitabula yang semuanya mengalami kerusakan minor. Sebuah fasilitas pendidikan SDK Manu Toghi serta Balai KB Desa Wallandimu sebagai fasilitas umum turut terdampak.
Dampak gempa juga merambah ke Kabupaten Sumba Barat di mana tiga unit rumah atau asrama Koramil dilaporkan rusak ringan. Dua bangunan KDKMP juga menunjukkan kerusakan pada plafon yang jebol dan retakan pada dindingnya.
Beruntung tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam ini. Namun satu warga mengalami cedera ringan setelah tertimpa reruntuhan bangunan saat guncangan terjadi. Korban tersebut telah menerima penanganan medis dan kini menjalani rawat jalan.
Guncangan gempa terasa cukup kuat di Sumba Barat Daya dan Sumba Barat memicu kepanikan sesaat di kalangan masyarakat. Banyak warga yang spontan berhamburan keluar rumah mencari tempat aman. Kendati demikian situasi di lapangan segera kembali terkendali. Wilayah pesisir barat Pulau Sumba juga merasakan getaran yang intens. Hingga kini belum ada indikasi potensi tsunami.
Sebagai respons cepat posko penanganan darurat telah didirikan di Lapangan Makodim 1629 Sumba Barat Daya. Sebanyak 173 personel gabungan telah disiagakan untuk mendukung upaya pemantauan dan penanganan jika diperlukan. Tim ini terdiri dari 30 personel Kodim 1613 Sumba Barat 68 personel Kodim 1629 Sumba Barat Daya dan 75 personel Yonif TP 930 TT.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Penting bagi warga untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BNPB BMKG BPBD dan instansi terkait lainnya. Hindari memasuki bangunan yang telah rusak atau belum dinyatakan aman demi keselamatan bersama.

