zonamerahnews.com – Sebuah tragedi memilukan menyelimuti Palembang akhir pekan lalu. Ardiansyah seorang pengemudi ojek daring berusia 41 tahun warga Jalan Mataram Ujung Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati Palembang menghembuskan napas terakhirnya setelah mengalami sesak napas parah. Keluarga meyakini insiden tragis ini tak lepas dari dampak paparan polusi asap kebakaran hutan dan lahan karhutla yang belakangan menyelimuti kota.
Rita Yunita istri almarhum Ardiansyah menuturkan suaminya memang memiliki riwayat asma. Sejak selubung asap tebal mulai menyelimuti Palembang kondisi kesehatan Ardiansyah memburuk. Ia lebih sering batuk dan napasnya terengah-engah terutama setelah beraktivitas di luar rumah. Sebagai driver ojek daring Ardiansyah menghabiskan sekitar sembilan jam setiap hari di jalanan dengan sepeda motornya membuatnya terpapar langsung udara kotor.

Rita menceritakan pada pagi sebelum berpulang kondisi sesak Ardiansyah kambuh. Saat itu ia baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeluhkan pekatnya asap yang masuk ke dalam rumah karena tidak adanya plafon. "Ya Allah kabut asap ini" kenang Rita menirukan ucapan terakhir suaminya yang merasakan kesulitan bernapas. Keluarga segera berupaya memberikan pertolongan dan membawa Ardiansyah ke Rumah Sakit Bari. Namun nyawanya tidak tertolong meski tim medis telah melakukan berbagai upaya termasuk resusitasi.
Kepergian Ardiansyah meninggalkan duka mendalam bagi Rita dan anak-anaknya. Rita berharap pemerintah segera bertindak tegas mengatasi karhutla agar tidak ada lagi korban jiwa. "Pengennya pemerintah ini bergerak. Kalau memang kondisi lagi tidak aman kabut sudah ada asap sudah ada jangan sampai ada korban yang lain. Cukup kami" ujarnya penuh harap.
Dampak kabut asap karhutla juga meluas hingga sektor penerbangan. Pada Sabtu pagi jarak pandang yang sangat rendah di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II SMB II Palembang menyebabkan gangguan serius. General Manager SMB II Ahmad Syaugi Sahab mengungkapkan delapan penerbangan terdampak baik kedatangan maupun keberangkatan.
Empat penerbangan kedatangan yakni QG 980 rute Jakarta-Palembang IU 933 rute Yogyakarta-Palembang IU 924 rute Jakarta-Palembang dan GA 102 rute Jakarta-Palembang mengalami penundaan. Bahkan penerbangan QG 980 terpaksa kembali ke bandara asal return to base RTB. Sementara itu empat penerbangan keberangkatan QG 981 rute Palembang-Jakarta IU 964 rute Palembang-Jakarta IU 871 rute Palembang-Jakarta dan GA 107 rute Palembang-Jakarta juga tertunda.
Ahmad menjelaskan kondisi ini terjadi karena visibility below minimum atau jarak pandang di bawah standar minimal yang dipersyaratkan untuk operasional penerbangan. Pihak bandara dan maskapai terus berkoordinasi memantau cuaca dan mengutamakan keselamatan penumpang. Ia juga mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi penerbangan dari maskapai masing-masing.

