zonamerahnews.com – Sebuah gebrakan signifikan terjadi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Jenderal Suyudi Ario Seto, di awal masa kepemimpinannya sebagai Kapolri, menunjuk sosok berpengalaman Irjen Roberto GM Pasaribu untuk mengemban amanah sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi Polri. Penunjukan ini merupakan bagian dari gelombang mutasi besar yang melibatkan puluhan personel, menandai era baru di jajaran kepolisian.
Siapa sebenarnya Irjen Roberto GM Pasaribu Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 ini lahir pada Mei 1979 dan dikenal memiliki rekam jejak yang cemerlang khususnya di bidang reserse. Perjalanan kariernya menunjukkan spesialisasi yang mendalam pada penanganan kejahatan siber sebuah bidang krusial di era digital.

Pada tahun 2019 Roberto mulai menancapkan namanya sebagai Kasubdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Tak lama berselang ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus di Polda yang sama. Lompatan penting lainnya terjadi di tahun 2021 saat ia ditunjuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Yogyakarta sebelum kemudian mengemban tugas sebagai Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta pada 2023.
Kiprahnya di dunia siber kembali menonjol pada 2024 ketika ia diamanahi posisi Direktur Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya. Puncak pengakuan atas dedikasinya tiba di tahun 2026 di mana ia meraih kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal sebagai Pati Bareskrim Polri sekaligus mendapatkan penugasan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme BNPT. Kini dengan segudang pengalaman tersebut ia siap memimpin Divisi TIK Polri.
Pergeseran jabatan ini menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika organisasi kepolisian. Ia menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi adalah langkah strategis untuk menjaga kesinambungan operasional sekaligus membuka ruang bagi pengembangan karier para personel. Ini adalah upaya Polri untuk memastikan kesegaran dan efektivitas dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks. Irjen Roberto sendiri menggantikan Irjen Slamet Uliandi yang akan mengemban tugas di luar struktur organisasi Polri.

