zonamerahnews.com – Sebuah insiden tragis menyelimuti Pemalang Jawa Tengah seorang siswa sekolah dasar berinisial Aqib tujuh tahun meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan memicu penyelidikan serius dari pihak kepolisian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pemalang AKP M Wildan Umar mengonfirmasi pihaknya telah menerima laporan terkait kematian Aqib yang diduga akibat tindakan kekerasan Sejak Rabu lalu polisi telah mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah saksi termasuk orang tua korban Untuk mengungkap penyebab pasti kematian Aqib tim forensik juga telah melakukan autopsi pada hari Kamis.

Diah Indriyanti ibu kandung Aqib berusia tiga puluh enam tahun tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian putra ketiganya Ia bercerita Aqib yang semula ceria berubah menjadi pendiam dan tertutup setelah kejadian itu Bahkan putranya baru berani menceritakan pengalaman pahitnya kepada dokter yang merawatnya.
Menurut Diah dugaan penganiayaan terjadi saat jam istirahat sekolah Aqib dipukul di bagian perut dan ditendang menggunakan sepatu Akibat kekerasan tersebut ditemukan luka lebam berwarna biru di perut dan kaki korban yang sangat menyakitkan hingga membuatnya kesulitan berjalan.
Siswa kelas dua SDN 1 Kebondalem itu sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD M Azhari sejak pertengahan September Setelah diperbolehkan pulang selama tiga hari kondisi Aqib justru memburuk drastis Pada Rabu sore keluarga bergegas membawanya kembali ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong dalam perjalanan.
Nurwandi empat puluh tiga tahun ayah korban mengungkapkan bahwa sebelum meninggal Aqib sempat menunjuk tiga orang kakak kelasnya yang diduga terlibat dalam aksi perundungan tersebut dua siswa kelas lima dan satu siswa kelas enam Upaya Nurwandi mencari kejelasan dari pihak sekolah belum membuahkan hasil.
Kini keluarga Aqib sangat berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan ini dan memberikan keadilan bagi putra mereka Mereka berharap tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang.

